Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

Industri Jasa Pelayanan

Ngunandiko. 110

 

 

 

Industri Jasa Pelayanan
(Service Industries)

Pada pertemuan-pertemuan HCRI (Himpunan Cendekiawan Republik Indonesia) di akhir tahun 1980-an, beberapa teman yang studi-nya di luar negeri menceritakan bahwa di beberapa negara maju, seperti di Amerika Serikat, otomatisasi dan kemajuan teknologi telah menyebabkan bergesernya kebutuhan pekerja, karena kebutuhan pekerja semula didominasi oleh ekonomi industri beralih ke ekonomi pelayanan. Hal itu karena otomatisasi dan kemajuan teknologi telah berakibat diperlukannya pekerja yang lebih sedikit  untuk memproduksi barang-barang baik barang modal maupun barang konsumsi.
Sebagaimana diketahui ekonomi pelayanan adalah ekonomi yang didominasi oleh kegiatan manusia menyediakan jasa pelayanan seperti jasa pelayanan kebersihan, keamanan, perawatan dll. Perusahaan perusahaan atau orang-orang yang menyediakan jasa pelayanan seperti itu yang disebut sebagai “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)” yang di Indonesia pada waktu ini tampak mulai tumbuh.
Dalam arti luas “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)” itu kiranya meliputi juga industri transportasi, pergudangan,  pariwisata, hiburan, jasa keuangan dan lain-lain. Namun dalam bahasan dan renungan ini  fokus kita adalah “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)” seperti yang dimaksud diatas yaitu yang menyediakan jasa pelayanan  kebersihan, keamanan, perawatan dll.
Pada waktu ini, di Indonesia – juga dibanyak negara -  di gedung-gedung pemerintah ; pusat-puasat pertokoan ; bank-bank ; rumah-rumah sakit dan lain-lain sering kita jumpai orang-orang berseragam sedang membersihkan lantai, menjaga pintu, memperbaiki air conditioning (AC) dan lain-lain. Orang-orang berseragam itu adalah orang/karyawan dari perusahaan yang memberikan jasa pelayanan atau “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)”.
Banyak orang/karyawan yang seluruhnya karir-nya melakukan layanan terhadap orang lain, misalnya :  perawat, penjaga lift, pemadam kebakaran, tukang cukur dll. Pekerjaan  orang/karyawan  itu dapat digolongkan pula dalam kategori pekerjaan jasa pelayanan. Dalam perkembangannya lingkup jasa pelayanan tersebut meliputi pula tukang cuci (laundress), juru masak (cook), perawatan & perbaikan peralatan (mechanic),  perawatan & perbaikan peralatan (mason) dan lain-lain.
Dalam bahasan dan renungan ini sedikitnya dapat dikemukakan 4 (empat) jenis atau katagori pekerjaan layanan, yaitu  :  (1) layanan pribadi, (2) layanan domestik, (3) layanan bangunan & peralatan, dan (4) layanan perlindungan. Dibanyak negara yang kaya dan makmur misalnya Amerika Serikat (negara dengan katagori HDI Very high human development)t, pekerjaan layanan ini banyak dilakukan oleh orang-orang dari negara lain yang relatip kurang makmur dan padat penduduknya seperti Bangladesh, China, India, Indonesia, Pakistan, Philipina dll (negara dengan katagori HDI Medium and Low human development),

(1) Layanan Pribadi

Perawat kecantikan
Pekerja layanan pribadi ini sering  kontak atau berhubungan langsung secara dekat dengan mereka yang menerima layanan. Namun, ada beberapa  layanan pribadi yang tidak kontak atau berhubungan langsung,  misalnya para pekerja dapur restoran tidak perlu melayani secara langsung,. Beberapa pekerjaan layanan pribadi dengan kontak atau berhubungan langsung tersebut a.l adalah tukang cukur, perawat kecantikan, bartender, bellboys, pramugari pesawat, pelayan kapal, perias pemain film, pemandu dan petugas di tempat rekreasi dan lain-lain.
Banyak jenis layanan yang ditawarkan di bawah katagori pekerjaan layanan pribadi. Misalnya  dalam industri transportasi kereta api dan kapal laut dan juga transportasi seperti "go-jek". Dalam banyak kasus pekerja layanan pribadi di perusahaan kereta api dan kapal laut harus magang terlebih dahulu, belajar dari seorang ahli. Disamping itu banyak pekerja layanan pribadi yang memerlukan pendidikan formal seperti para perawat (termasuk perawat kecantikan), semua harus mengambil ujian dan menerima lisensi sebelum kerja. Pekerja makanan umumnya harus memiliki kesehatan yang baik. Di beberapa daerah/negara majikan mengharuskan pekerja lulus ujian-ujian khusus.

Secara umum, pekerja layanan pribadi harus memiliki :
  • kesehatan fisik yang baik (mis : mampu berdiri untuk waktu yang panjang, menahan bau, dan sebagainya) ;
  • kemampuan melakukan pelayanan khusus untuk membantu orang lain  (mis : menguasai banyak bahasa);
  • keinginan dan kemampuan bergaul.
Pendapatan pekerja layanan pribadi ini bervariasi dari upah minimum (sesuai dengan katagori yang dimilikinya) sampai dengan  yang cukup besar.
Negara-negara seperti Bangladesh, India, Indonesia, Philipina dll banyak mengirim keluar negeri (ekspor) orang-orang yang melakukan layanan pribadi seperti itu. Misalnya Indonesia banyak mengirim orang-orang sebagai pembantu rumah tangga, pelayan dll ke Singapura dan Hongkong.

(2) Layanan Domestik
Layanan domestik  pada dasarnya meliputi pekerjaan layanan yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan rumah tangga. Pekerjaan itu melibatkan hal-hal seperti mencuci (laundry) ; memasak makanan & minuman ; mengurus anak-anak; melakukan perawatan pakaian, bantal, kasur (pillows, mattresses) dll ;, menjaga kebersihan dan perawatan pekarangan ; dan hal-hal lain yang dilakukan di rumah-rumah pribadi. Ini tidak termasuk perbaikan (repairing) rumah atau perawatan (maintenance) peralatan di rumah.
Pekerjaan pelayanan rumah tangga itu dilakukan oleh para pekerja sepanjang hari, minggu, bulan, atau sepanjang tahun. Suatu pendidikan formal tidak diperlukan. Karakteristik utama yang dibutuhkan pekerja rumah tangga adalah kejujuran, ketekunan, bersikap baik serta berakal sehat, dan sudah barang tentu kemauan untuk bekerja. Pendapatan (upah) tergantung pada tanggung jawab dan pekerjaan-nya, dan berkisar dari upah minimum ( mis : per jam), Di negara-negara maju gaji relatip jauh lebih baik. Kemajuan tergantung pada inisiatif, kualitas pekerjaan, dan kemauan baik dalam melayani majikan. Banyak pelatihan dilakukan pada pekerjaan ini. Makanan dan pakaian seringkali disediakan oleh oleh para majikan.
Negara-negara seperti Bangladesh, India, Indonesia, Philipina dll banyak mengirim keluar negeri (ekspor) orang-orang untuk bekerja pada pekerjaan layanan domestik seperti itu.

(3) Layanan Bangunan
Pekerja layanan bangunan hampir seluruhnya bekerja di daerah perkotaan. Pekerja layanan bangunan ini berkaitan dengan peng-operasi-an gedung, kantor, pabrik, bengkel, dan toko. Pekerjaan-nya berhubungan dengan membersihkan bagian dalam dan luar bangunan  dengan menggunakan berbagai peralatan (mesin dll) dan bahkan orang-orang lain sebagai pembantu. Beberapa pekerja layanan bangunan seperti petugas kebersihan, porter, dan penjaga lift harus bersih dan rapi.
Pada umumnya orang dalam kategori ini tidak perlu pendidikan formal yang luas. Mereka harus, bagaimanapun, cukup kuat untuk melakukan kerja keras terus-menerus. Gaji tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan-nya. Orang yang bekerja dalam pekerjaan layanan bangunan di negara-negara maju umumnya dapat hidup dengan nyaman.
Negara-negara seperti Bangladesh, India, Indonesia, Philipina dll banyak mengirim keluar negeri (ekspor) orang-orang melakukan layanan bangunan seperti itu. Orang-orang Indonesia banyak yang bekerja di Malaysia dan Kalimantan Utara selain sebagai pekerja layanan bangunan di kota-kota, ada juga yang bekerja di kebun-kebun.

(4) Layanan Pelindungan
Orang-orang di pekerjaan Layanan pelindungan terutama bertugas menjaga wilayah, properti atau bangunan, dan orang. Orang-orang di pekerjaan ini dapat bekerja untuk orang per orang , perusahaan negara/swasta atau instansi pemerintah. Tugasnya mungkin sederhana, seperti menjaga persimpangan jalan, atau sangat rumit seperti yang dilakukan oleh seorang detektif. Tentara (angkatan bersenjata) termasuk dalam kategori ini. Orang-orang di pekerjaan layanan pelindungan : penjaga, penjaga pintu, petugas pemadam kebakaran, polisi, detektif, sheriff,  satuan pengaman (SATPAM), dan anggota angkatan bersenjata.
Hampir semua pekerjaan layanan pelindungan membutuhkan suatu  pendidikan & latihan (sekolah). Promosi dan kenaikan kedudukannya tergantung pada pendidikan dan pengalaman-nya. Pekerjaan layanan pelindungan ini membutuhkan kejujuran, keberanian, kesadaran & kemauan untuk menerima instruksi, dan kesehatan yang sangat baik. Dalam  layanan pelindungan terhadap milik pemerintah selalu ada kesempatan memperoleh pendidikan & latihan untuk maju. Kerja dalam layanan pelindungan ini umumnya memiliki kondisi kerja yang baik, gaji yang baik, dan mendapat pensiun. Layanan pelindungan di banyak negara menawarkan berbagai pekerjaan  dan masa depan yang baik.
Negara-negara seperti India, Nepal dan Pakistan banyak mengirim keluar negeri (ekspor) pekerja layanan perlindungan seperti itu.

Seperti telah dijelaskan dimuka “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)” meliputi juga industri transportasi & telekomunikasi, pariwisata, pergudangan, hiburan, jasa keuangan, dan lain-lain khususnya jenis pekerjaan layanan : (1) layanan pribadi, (2) layanan domestik,  (3) layanan bangunan & peralatan, dan (4) layanan perlindungan adalah sangat berarti bagi negara-negara seperti Bangladesh, China, India, Indonesia, Pakistan, Philipina dll (negara dengan katagori HDI Medium and Low human development),. Bagi negara-negara itu dengan mengirim tenaga kerjanya ke luar negeri    (misalnya : ke Amerika Serikat atau Eropa) untuk bekerja di “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)”, ternyata telah membantu ekonomi negara-nya, baik dalam meningkatkan pendapatan maupun  lapangan kerja.
Sebagai gambaran berikut ini disampaikan  besarnya remittance atau pengiriman devisa ke dalam negeri oleh para pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri (TKI) terhadap GDP dan cadangan Devisa. Remittance tersebut utamanya berasal dari operasi 4 (empat) jenis pekerjaan layanan : (1) layanan pribadi, (2) layanan domestik,  (3) layanan bangunan & peralatan, dan (4) layanan perlindungan.
Dari 4 (empat) jenis pekerjaan layanan tersebut, jenis pekerjaan layanan yang dilakukan oleh pekerja Indonesia (TKI) sebesar  lk 60% adalah pekerjaan layanan pribadi. Hal ini karena masin rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan para TKI. Dalam bentuk statistik besarnya remittance atau pengiriman devisa ke dalam negeri oleh para TKI yang bekerja di luar negeri tersebut tampak sbb:

Remittance atau pengiriman devisa ke dalam negeri oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

Tahun
10 9 USD
Kontibusi thdp GDP (%)
Kontibusi thdp cadangan Devisa  (%)
Keterangan
2005
5.3
1.8
15.3
Tertinggi
2006
5.6
1.5
13.1
-
2007
6.0
1.4
10.5
-
2008
6.6
1.3
12.8
-
2009
6.0
1.2
10.0
-
2010
6.6
2.0
16.0
Estimate





Catatan : Sumber angka-angka dalam daftar diatas adalah keterangan Bank Indonesia 23 September 2010 (VIVAnews)..

Sedangkan perannya dalam meningkatkan lapangan kerja dapat digambarkan oleh banyaknya tenaga Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri sbb :

Tenaga Indonesia yang bekerja di luar negeri (TKI)

Tahun
Jumlah
Keterangan
2011
586.802
Tertinggi: 100.00 %
2012
404.000
68.85 %
2013
512.188
87.28 %
2014
429.872
73.26 %
2015
500,000
Estimate:  47.16 %



Catatan : 1.Sumber Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) : 2.Lebih dari 50 % bekerja di (1) layanan pribadi, (2) layanan domestik, dan  (3) layanan bangunan & peralatan,

Seperti diketahui, Philipina  merupakan negara pengirim tenaga kerja keluar negeri yang utama di Asia dan negara berkembang. Filipina menghasilkan remittance yang terus meningkat, misalnya sebesar USD 10,7 miliar pada tahun 2005 menjadi USD 17,4 miliar pada tahun 2009. Remittance dari pengiriman tenaga kerja itu merupakan komponen utama penyumbang devisa bagi Philipina. 

Tampak bahwa bagi negara-negara yang kurang makmur dan padat penduduknya serta tidak cukup menguasai/memiliki teknologi maju, misalnya Bangladesh, Philipina, Indonesia, Meksiko, Mesir dll, remittance para tenaga kerja-nya yang bekerja di luar negeri itu dapat merupakan komponen utama penyumbang devisa negara-negara tersebut, seperti halnya Philipina..-

Robot pembersih lantai
Karena otomatisasi dan kemajuan teknologi telah berakibat diperlukannya pekerja yang lebih sedikit  untuk memproduksi barang-barang - sementara itu orang-orang di negara maju kurang menyukai bekerja di jasa pelayanan terutama di pekerjaan yang kotor, sulit dan berbahaya - , maka negara-negara maju yang menerapkan otomatisasi dan teknologi maju seperti Amerika Serikat kebutuhan akan orang-orang di jasa pelayanan kiranya tetap akan terus meningkat (jika tidak tercipta ROBOT yang dapat mengambil alih fungsi pekerja manusia). Hal ini menyebabkan mengalirnya orang-orang untuk memasuki lapangan kerja jasa pelayanan di negara-negara maju tersebut.

Sebagai contoh adalah meningkatnya imigran  ke Amerika Serikat pada periode 1970 - 2007, dimana sebagian besar adalah untuk mengisi  kebutuhan jasa pelayanan di negara tersebut.  Seperti diketahui jumlah imigran yang menetap di Amerika Serikat pada 1970 sebanyak 9.6 juta dan pada 2007 menjadi 38 juta jiwa,  mereka  itu sebagian besar dari Meksiko, India, dan Philipina. Para imigran tersebut sebagian besar bekerja di jasa pelayanan termasuk pekerjaan yang tergolong kotor, sulit, dan berbahaya.

Sebelum menutup bahasan dan renungan tentang “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)” ini, ingin kami kemukakan hal-hal sbb :
  • Otomatisasi dan kemajuan teknologi telah menyebabkan bergesernya kebutuhan pekerja yang semula didominasi oleh ekonomi industri (manufaktur) kini beralih ke ekonomi pelayanan (service). Ekonomi pelayanan (service) pada dasarnya bertumpu pada “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)” yang juga mencakup industri transportasi,  pergudangan, pariwisata, hiburan, jasa keuangan dan lain-lain.
  • Titik berat dalam bahasan dan renungan ini  adalah “Industri Jasa Pelayanan (Service Industries)” utamanya pada  katagori pekerjaan (1) layanan pribadi, (2) layanan domestik, (3) layanan bangunan & peralatan, dan (4) layanan perlindungan. Pada waktu ini negara-negara  seperti Bangladesh, India, Indonesia, Meksiko, Mesir, Philipina dll telah banyak mengirim pekerja-nya untuk bekerja pada katagori pekerjaan diatas ke negara-negara yang telah menerapkan teknologi maju dan melakukan otomatisasi (mis : Amerika Serikat).
  • Pekerja negara-negara seperti Bangladesh, India, Indonesia, Meksiko, Mesir, Pihilipina dll yang bekerja di luar negeri itu  memberi dampak positip bagi ekonomi negara-nya. Hal itu karena dengan bekerja di luar negeri, maka  para pekerja itu dapat mengirim kembali sebagian dari  upahnya  ke negaranya (remittance), berarti ikut menyumbang  pendapatan devisa negaranya, bahkan dapat merupakan komponen utama. Disamping itu secara tidak langsung juga menambah lapangan kerja di negaranya.
  • Jika mengalirnya pekerja dari negara-negara seperti Bangladesh, India, Indonesia, Meksiko, Mesir, Pihilipina dll ke negara-negara yang telah menerapkan teknologi maju dan melakukan otomatisasi (mis : Amerika Serikat) dapat berlangsung secara bebas (tidak dihalangi) dan memperoleh perlindungan secara memadai, maka penyebaran kekayaan dunia  akan dapat lebih merata dan konflik karena perbedaan pendapatan dapat dihindari.
  • Kesempatan negara-negara seperti Bangladesh, India, Indonesia, Meksiko, Mesir, Pihilipina dll itu dapat merebut ekonomi pelayanan dunia itu tidak akan berlangsung lama, karena negara-negara yang sekarang telah menerapkan teknologi maju dan melakukan otomatisasi itu memiliki teknologi dan "Industri Ibu", sehingga mereka akan segera mampu menciptakan berbagai macam robot sebagai pengganti manusia. Hal itu tampak bahwa mereka (mis : Amerika Serikat atau Jepang, bahkan Korea Selatan) sekarang (pada abad ke-21) telah dapat menciptakan  auto pilot, taksi tanpa pengemudi; robot untuk pembersih lantai; dll.

Demikianlah bahasan dan renungan singkat tentang “Industri Jasa pelayanan (Service Industries)”, semoga bermanfaat.

*
When you hear someonne say, “May I serve you?” do you ever stop to think how many people are employed in jobs that serve others? (Harry Lewis, Director of Trade and Technical Education Board of Education of the City of New York).


*

Jumat, 26 September 2014

Laut Merah (Red Sea)



Ngunandiko.72


Laut Merah
(Red Sea)

Sebagaimana diketahui permukaan bumi terdiri air dan daratan, yang  berupa air adalah lautan dan laut meliputi hampir tiga perempatan permukaan bumi. Lautan ada lima yaitu lautan Atlantik, Pacifik, India, Arctic, dan Antarctic ; sedangkan laut  lebih banyak lagi a.l laut Adriatik, laut Andaman, laut Baltik, laut Bering, laut China Selatan, laut Caribia, laut Jawa, laut Tengah  (Mediterrania), laut Merah dan lain-lain.

Renungan dan bahasan ini akan menguraikan secara singkat tentang “Laut Merah (Red Sea)” dan hal-hal yang berkaitan dengan-nya. Laut Merah secara geografi adalah bagian Lautan India (Samudra India), di bagian utara Laut Merah adalah Teluk Aqaba dan Teluk Suez, di timur berbatasan dengan Arab Saudi dan Yaman, serta di  barat berbatasan dengan Mesir, Sudan, Eritrea, dan Djibuti. Somalia dan Ethiopia juga sering dimasukkan dalam wilayah Laut Merah.
Wilayah Laut Merah beriklim sangat panas. Airnya berkadar garam tinggi (salty). Disebut Laut Merah karena tumbuh lumut berwarna merah dan batu karang berwarna kemerahan. Kedua sisi  Laut Merah” –    di timur dan di barat –  merupakan pantai yang umumnya landai, berpasir diselingi oleh sejumlah rawa yang bervariasi sepanjang 10 – 30 mil  dan  tanah (batuan) yang menjulang dengan tinggi 1,000 – 2,000 meter. Kedalaman laut merah pada umumnya lk 80 meter, dibagian pinggir laut banyak bertebaran pulau-pulau kecil.

Laut Merah (Red Sea)
Dari sisi ekonomi dapat dikemukakan bahwa wilayah “Laut Merah” memiliki sejumlah sumberdaya alam seperti minyak & gas bumi, gypsum, dolomit, belerang, fosfat, dan mineral logam berat. Sumberdaya alam minyak & gas bumi telah di-eksploitir,  belerang dan fosfat yang ada di kedua sisi Laut Merah memiliki kualitas yang relatip rendah, dan mineral logam berat sampai saat ini belum dieksploitir. Dapat dikemukakan pula bahwa di jazirah Arab terdapat deposit minyak bumi yang sangat besar.

Dalam angka-angka “Laut Merah” tersebut dapat digambarkan sbb :

RED SEA


No.
ITEM
KETERANGAN
01
Koordinat
22 derajat Utara ; 38 derajat Timur
02
Panjang (maximum)
2,250 km
03
Lebar (maksimum)
355 km
04
Luas permukaan
438,000 sqkm
05
Dalam rata-rata
490 m
06
Dalam maksimum
2,211 m
07
Volume air
233,000 cukm




Di ujung utara, Laut Merah bercabang ke Teluk Aqaba yang  menembus arah utara dan timur ke Saudi Arabia  sejauh lk 15 km ; sementara  yang lain membentuk Teluk Suezyang  memberi fasilitas pelayaran  antara Laut Tengah, Laut Merah,  dan Lautan Indiamengikuti arah laut menembus lk 200 mil dengan lebar rata-rata 20 mil.  Antara dua cabang tersebut terletak Gunung Sinai atau Jebel Musa (gunung Musa).  
Pelabuhan-pelabuhan  yang ada di Laut Merah adalah  Aqaba (Yordan), Asseb (Eritrea), Djibouti City (Djibouti), Port of Eilat (Israel), Farasan (Saudi Arabia), Harghada (Egypt), Jeddah (Saudi Arabia), Jizan (Saudi Arabia), Massawa (Eritrea), Port of Sudan (Sudan), Rabigh (Saudi Arabia), Suez (Egypt), Yanbu (Saudi Arabia). Pelabuhan-pelabuhan tersebut sampai pada waktu ini terutama digunakan oleh negara-negara di kedua sisi Laut Merah sebagai fasilitas pelayaran kapal bagi kaum muslim yang menunaikan ibadah haji ke Saudi Arabia. 
Dalam uraian ini pertama-tama ingin dikemukakan beberapa hal  yang berkaitan dengan agama yang telah terjadi  di sekitar Laut Merah  pada masa yang lalu antara lain sbb:

  • Bagi yang mempercayai Alkitab, Laut Merah merupakan bagian yang secara ajaib  dilalui oleh nabi Musa dan umat-nya  saat melakukan perjalanan dari Mesir. Tempat di mana mereka menyeberangi laut adalah Teluk Suez di ujung utara, namun ada pendapat yang lain yaitu di kota Suez lk 18 mil  di selatan di mulut Wady Tuarik.

  • Mekah –  kota suci bagi kaum muslimin –  terletak di jasirah Arab timur Laut Merah. Kota suci ini berada di lembah yang tak terlalu luas, dikelilingi oleh bukit-bukit antara Yaman dan Palestina lk 80 km dari pantai. Lembah itu dihubungkan dengan dunia luar melalui jalan kafilah menuju Yaman, pelabuhan Jedah di laut Merah, dan  Palestina. Mungkin sekali Ibrahim dan Ismail adalah orang pertama yang mendiami lembah itu.

  • Masyarakat Mekah sebelum Islam diliputi oleh faham tahayul. Pada waktu itu Kabah di Mekah rusak karena banjir besar, tetai masyarakat (kaum Quraisy) Mekah yang merasa harus memperbaiki takut melalukannya. Secara kebetulan kapal yang dinaiki Bequm seorang pedagang Romawi   dari Mesir terhempas dan pecah di laut Merah. Selain pedagang Bequm adalah ahli bangunan yang terkenal, oleh karena itu sejumlah kaum Quraisy pimpinan al-Walid bin’l-Mughri ke Jedah membujuk Bequm untuk membantu memperbaiki Kabah, Bequm pun menyetujui permintaan itu. Pada waktu Bequm memperbaiki Kabah, Muhammad (saat itu Muhammad  belum sebagai Rasullulah) ikut membantu. Pada saat itu Muhammad masih berumur 25 – 30 tahun.

Selain beberapa hal  yang berkaitan dengan agama seperti yang diterangkan diatas, ingin pula dikemukakan bahwa sebelum Emperium Islam tumbuh menjadi besar dan kuat, wilayah Laut Merah dan Laut Tengah telah bertahun-tahun menjadi wilayah pengaruh kekuatan besar dunia. Kekuatan besar itu antara lain adalah kekuatan Rumawi dan Persia, hal itu  tampak dari keadaan-keadaan sbb :

  • Kekuasaan agama  Majusi  di Persia  yang mendapat dukungan moril sampai di Timur Jauh dan India, berhadapan dengan kekuasaan agama Masehi di bawah panji dan pengaruh Imperium Rumawi. Sikap saling menyesuaikan diri  kedua kekuasaan agama tersebut menyebabkan penyebaran agama Masehi tetap berjalan dan dapat diteruskan dari Mesir yang berada di bawah Imperium Rumawi sampai ke Ethiopia yang merdeka dan masih bersahabat dengan Rumawi. Dengan demikian Rumawi masih cukup mempunyai kedudukan  kuat di sepanjang laut Merah dan di sekitar laut Tengah ;

  • Pada abad ke-6, Abisinia (Ethiopia) dipimpin oleh Najasyi (Negus),  sedang berada pada puncak kemegahannya. Perdagangan melalui laut disertai oleh armada yang kuat Abisinia (Ethiopia) memiliki pengaruh yang luas dan signifikan. Pada waktu itu Najasyi menjadi sekutu Imperium Romawi Timur (Romawi Timur disebut juga sebagai kekaisaran Bizantium yaitu kekaisaran setelah Abad Pertengahan, pasca keruntuhan kekaisaran Rumawi Barat). Kerajaan Romawi Timur menguasai di bagian laut Tengah, sedang Najasyi memegang panji Kristen di bagian laut Merah.

Namun pengaruh kekuatan kekuatan Rumawi & Persia tersebut kemudian surut seperti  terlihat dari keadaan-keadaan sbb :

  • Kerajaan Bizantium (Romawi) dan Sassanidia (Persia) telah menjadi lemah, terus menerus menyerang satu dengan yang lain,  pajak tinggi untuk membiayai peperangan yang menjadi beban berat bagi rakyat. Semuanya itu menyurutkan dukungan rakyat terhadap kedua kerajaan tersebut.

  • Kerajaan Romawi ingin pula menguasai Yaman yang kaya dan subur, oleh karena itu Aelius GaliusPenguasa Kaisar Rumawi di Mesir mengadakan persiapan menyerbu Yaman. Pasukannya dikerahkan menyeberangi laut Merah ke Yaman. namun penyakit menyerang pasukan Aelius Galius tersebut, hal itu memudahkan orang-orang Yaman untuk mengusir-nya. Pasukan Aelius Galius terpaksa kembali ke Mesir ;

Surut-nya kekuatan Rumawi & Persia tersebut berakibat Emperium Islam yang segar dan baru tumbuh dengan mudah dapat menaklukkan sebagian besar wilayah disekitar Laut Merah, dan Laut Tengah. Pertumbuhan  Emperium Islam tersebut dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa sbb :

  • Pada akhir abad ke-7 negeri-negeri Siria, Irak, Parsi (Iran) dan Mesir dapat ditaklukan ;

  • Panji-panji Islam  dapat berkibar ke Timur hingga perbatasan Mongolia, dimana kota-kota  seperti Bukhara, Tasykent, dan Samarkand menyerah ;

  • Kearah selatan melalui Balutsyistan, pasukan Islam pada tahun 712 dapat menaklukkan Sindhu di delta sungai Indus. Penaklukan dilanjutkan hingga ke Multan di Pendsyab, tempat berdirinya candi Budha yang termasyhur itu. Dengan demikian propinsi-propinsi tapal batas dari India tersebut di-Islamkan. Di tempat itu Islam bertemu dengan kebudayaan Budha yang kemudian menghasilkan negara Pakistan.

  • Kearah barat, pada akhir abad ke-7 pasukan muslimin berhasil menerobos Afrika Utara sampai ke kota Carthago, kemudian  mengusir orang-orang Bizantium di barat Carthago dan berangsur-angsur meluaskan penaklukan itu sampai pantai Lautan Atlantik.  Dan kemudian meluas sampai ke Spanyol.

  • Di utara, pasukan Arab terpaksa kandas di benteng Konstantinopel, pada  pengepungan ibukota Bizantium Agustus 716 sampai September 717. Armada Arab gagal menerobos masuk ke dalam Tanduk Emas (Golden Horn).

Seperti diketahui wilayah disekitar Laut Merah sudah sejak lama menjadi tempat lalu-lintas antara Barat dan Timur. Lingkungan jazirah Arab  penuh dengan jalan khafilah seperti :

  • jalan khafilah melalui wilayah berbatasan dengan teluk Persia, Sungai Dijia, bertemu dengan padang Syam dan Palestina   (Jalan Timur) ;
Jalan khafilah

  • jalan khafilah melalui wilayah berbatasan dengan laut Merah (Jalan Barat), dan

  • beberapa jalan khafilah lainnya.

Melalui jalan-jalan khafilah itulah produk barang-barang di Barat diangkut ke Timur dan produk barang-barang di Timur diangkut ke Barat. Dengan demikian wilayah di sekitar jalan-jalan khafilah di daerah pedalaman mendapatkan kemakmurannya. Setelah jalan laut berkembang (a.l akibat adanya terusan Suez), maka jalan khafilah tersebut menjadi kurang berarti. Wilayah-wilayah yang semula dilalui jalan-jalan khafilah   menjadi kurang makmur.
Setelah negara-negara kolonial Barat (British & Co) menancapkan kekuasaannya di koloni-koloninya di Asia pada abad ke-17. Koloni-koloni tersebut menjadi sumber bahan baku dan merupakan pasar bagi industri negara-negara Barat yang terus tumbuh setelah revolusi industri. Lalu-lintas dari Barat ke Timur dan sebaliknya –  a.l melalui wilayah disekitar Laut Merah – semakin bertambah ramai. Produk-produk industri negara-negara Barat di angkut ke pasar-pasar di Asia, sementara itu hasil tambang dan kebun dari koloni-koloninya di Asia di angkut ke negara-negara industri di Eropa untuk diolah lebih lanjut. Produk barang-barang dari  Barat ke Timur dan sebaliknya yang diangkut dengan kapal laut, harus menempuh jalan panjang melalui ujung selatan benua Afrika.
Bertambah ramainya lalu-lintas antara Barat dan Timur tersebut  menimbulkan usaha untuk membangun "Terusan Suez" yang menghubungkan Laut Tengah (Mediterrania) dengan Laut Merah. Laut Tengah. Semula Laut Tengah dihubungkan dengan Laut Merah oleh jalan darat dan terusan sempit di muara sungai Nil, kemudian dihubungkan oleh “Terusan Suez . Terusan sepanjang lk 100 mile ini dibuat oleh manusia untuk digunakan sebagai fasilitas pelayaran.
Terusan Suez dibangun atas dasar kesepakatan antara Ferdinand de Lesseps (Perancis) dengan gubernur Ottoman di Mesir.  Pada tahun 1856 Suez Canal Company  dibentuk, perusahaan ini mendapat  hak  mengoperasikan terusan Suez selama 99 tahun setelah pembangunan kanal tersebut selesai. Terusan Suez mulai dibangun April 1859 dan direncanakan selesai tahun 1864, tetapi selesainya terlambat karena adanya perselisihan perburuhan dan epidemi kolera. Pembangunan “Terusan Suez empat tahun lebih lama dari jadwal. Pembukaan “Terusan Suez (17 Nopember 1869) dihadiri oleh  Empress Eugénie, permaisuri kaisar Perancis Napoleon III.
Ketika dibuka, terusan Suez tersebut memiliki kedalaman 25 kaki, lebar bagian dasar 72 kaki, dan lebar di permukaan 200 sampai 300 kaki. Pada tahun pertama operasinya kurang dari 500 kapal yang berlayar di terusan itu. Pada tahun 1876 mulai dilakukan perbaikan besar, setelah itu terusan Suez tumbuh menjadi salah satu  jalur pelayaran paling padat di dunia.
Pada tahun 1875, Inggris menjadi pemegang saham mayoritas di Suez Canal Company, hal itu dilakukannya dengan membeli saham gubernur baru Ottoman di  Mesir. Pada tahun 1882, Inggris melakukan invasi  ke Mesir dan menduduki Mesir untuk waktu yang lama. Pada perjanjian Anglo-Mesir tahun 1936  Inggris mengakui kemerdekaan Mesir,  namun kanal Sues tetap berada ditangan Inggris.
Setelah Perang Dunia II, sejalan dengan kebangkitan bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, maka Mesir  berusaha mengusir Inggris dari terusan Suez.  Pada bulan Juli 1956 Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Suez Canal Company.  Mesir mengharapkan pendapatan dari terusan Suez  dapat untuk  membiayai pembangunan bendungan besar Aswan di Sungai Nil.
Pada akhir Oktober 1956 Israel melakukan invasi, dan awal Nopember pasukan Inggris dan Perancis  mendarat dan menduduki wilayah terusan Suez. Dibawah tekanan internasional (PBB), pada bulan Desember 1956  Inggris dan Perancis terpaksa menarik pasukannya dari terusan Suez, kemudian diikuti oleh Israel pada Maret 1957. Pada bulan Maret 1957 itu juga  Mesir mengambil alih terusan Suez dan membukanya kembali untuk pelayaran komersial.
Sepuluh tahun kemudian, Mesir menutup kembali terusan Suez,  setelahPerang Enam Hari” dan pendudukan Israel atas semenanjung Sinai.  Terusan Suez yang memisahkan Sinai dari Mesir, selama lk 10 tahun menjadi  garis pemisah  antara tentara Mesir dan Israel. Pada tahun 1975, Presiden Mesir Anwar el-Sadat membuka kembali terusan Suez sebagai isyarat perdamaian setelah pembicaraan dengan Israel.
Saat ini rata-rata 50 kapal per hari atau lebih dari 300 juta ton barang per tahun lewat terusan Suez. Terusan Panama yang menghubungkan Lautan Atlantik dengan Lautan Pacific di tengah-tengan benua Amerika lk juga memiliki angka-angka yang lebih kurang sama. Gambaran lalu lintas kapal melalui terusan Suez - dalam jumlah muatan (ton) dan arah-nya  tahun 2009 s/d 2013 , serta type muatan dan arah-nya - pada tahun 2013 adalah sbb:

CARGO TON by DIRECTION



DIRECTION
2009
2010
2011
2O12
2013
S/N
263,98
328,011
357,19
353,542
366,56
N/S
295,355
318,053
334,61
386,372
387,901
TOTAL
559,335
646,064
691,8
739,914
754,461

CARGO TON by TYPE 2013



TYPE
N/S
S/N
Total
OIL PRODUCT (crude oil, diesel oil, naphta  etc)
64,203
89,285
153,488
NON OIL (cereal, fertilizer, fab metal etc)
323,698
277,275
600,973
TOTAL
387,901
366,56
754,461








Besarnya lalu lintas kapal melalui terusan Suez tersebut, menunjukan besarnya peran terusan Suez sekaligus peran Laut Merah dan Laut Tengah dalam ekonomi dunia. Tampak bahwa barang siapa yang menguasai “Laut Merah,  Terusan Suez dan Laut Tengah” memiliki peran yang besar dalam menentukan jalannya ekonomi dan politik dunia. 

Terusan Suez
Hal itu karena letak  Terusan Suez yang strategis untuk lalu lintas bahan baku dari koloni-koloni di Asia dan Afrika, serta bahan jadi dari negara-negara industri di Eropa. Disamping itu wilayah yang tidak terlalu jauh dari Terusan Suez  juga terletak deposit minyak bumi seperti di Jazirah Arab (Arab Saudi dll), Irak, Iran dll yang sangat besar jumlahnya dan menjadi kebutuhan utama negara-negara industri.
Sebelum menutup renungan dan bahasan singkat  tentang “Laut Merah (Red Sea)” ini, ingin dikemukakan hal-hal sbb :
  • Laut Merah secara geografi adalah bagian Lautan India (Samudra India), di bagian utara Laut Merah adalah Teluk Aqaba dan Teluk Suez, di timur berbatasan dengan Arab Saudi dan Yaman, serta di  barat berbatasan dengan Mesir, Sudan, Eritrea, dan Djibuti. Somalia dan Ethiopia juga sering dimasukkan dalam wilayah Laut Merah.
  • Dari sisi ekonomi wilayah “Laut Merah” memiliki sumberdaya alam antara lain adalah minyak & gas bumi, gypsum, dolomit, belerang, fosfat, dan mineral logam berat. Sumberdaya alam minyak & gas bumi, belerang dan fosfat telah di-eksploitir, sedangkan sumberdaya alam mineral logam berat belum dieksploitir. Sementara itu dapat dikemukakan bahwa di jazirah Arab memiliki deposit minyak bumi yang sangat besar.
  • Sementara itu ada beberapa hal berkaitan dengan agama yang berlangsung di wilayah Laut Merah  antara lain adalah: (1) Tempat dimana Nabi Musa dan umat-nya  menyeberangi  Laut Merah waktu meninggalkan Mesir ; (2) Mekah adalah kota suci bagi kaum muslimin, terletak disuatu lembah dibagian timur Laut Merah. Dipercaya bahwa Ismail dan Ibrahim adalah orang pertama yang mendiami lembah itu ; (3) Mekah adalah juga tempat berlansungnya suatu peristiwa dimana Muhammad – sebelum masa ke-nabian-nya pada abad ke-6 – bersama Bequm, ahli bangunan dari Romawi ikut memperbaiki Kabah di Mekah.
  • Wilayah Laut Merah –  dekat sebelum Emperium Islam tumbuh – telah menjadi wilayah bertemunya pengaruh kekuatan besar  Rumawi & Persia. Disamping itu wilayah Laut Merah telah lama menjadi tempat lalu intas perdagangan antara Eropa dan Asia (juga Afrika). Setelah Emperium Islam tumbuh wilayah Laut Merah tersebut menjadi wilayah pengaruh kekuatan Emperium Islam untuk waktu yang cukup lama.
  • Setelah kekuatan Emperium Islam surut dan negara-negara Barat (British & Co) menancapkan kekuasaannya dengan mantab di koloni-koloninya di Asia, maka dibangunlah “Terusan Suez” pada tahun 1856 – 1869, terusan itu menghubungkan Laut Merah dengan Laut Tengah. “Terusan Suez”  dan wilayah di sekitarnya yang strategis dan kaya minyak & gas bumi telah menjadi incaran kekuasaan negara-negara industri besar dunia hingga saat ini (abad ke-21). Perbedaan kepentingan antara negara-negara di wilayah sekeliling Laut Merah dengan negara-negara industri besar, dan perbedaan kepentingan antar negara-negara industri besar, serta perbedaan kepentingan antar negara-negara di wilayah sekeliling Laut Merah itu sendiri – yang tidak dapat diselesaikan secara adil menyebabkan terjadinya konflik yang berkepanjangan di wilayah itu.
Demikianlah renungan dan bahasan singkat tentang Laut Merah. Semoga bermanfaat !

*
Some beautiful paths can't be discovered without getting lost 

(Erol Ozan – Associate Professor at East Carolina University)


*