Jumat, 08 Desember 2017

ROTI

Ngunandiko.140





Roti


Makanan manusia itu pada dasarnya berasal dari tumbuh-tumbuhan (misalnya ; beras, jagung, gandum, kentang, umbi dll) dan hewan (mis : daging ternak atau ikan, telor, susu, kulit, sirip dll). Bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan itu, kemudian sering diolah menjadi bubur, burger, mi, nasi,   pizza, sosis, roti dan lain-lain. Semula bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan itu disantap begitu saja. Pada kesempatan ini “Ngunandiko” ingin membahas dan merenungkan secara singkat tentang “Roti”.


Di negara-negara Barat roti merupakan bahan makanan utama ; bahan-bahan pokok roti terdiri dari tepung gandum, berbagai cairan, ragi, lemak untuk masak, gula dan garam.

Sebagaimana diketahui roti adalah bahan makanan yang terkenal diseluruh dunia, umumnya dibuat dari tepung gandum, air, gula, garam dan ragi. Sel-sel ragi dalam campuran itu menyebabkan terbentuknya gas karbondioksida (CO2), hingga adonan itu memuai. Adonan yang telah cukup memuai kemudian dipanggang. Roti dikenal orang sejak permukaan sejarah, baik dalam jenis yang mengandung ragi maupun tidak. Di Negara-negara Barat (Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Rusia dan lain-lain) roti merupakan bahan makanan utama  


Roti
Bahan-bahan pokok untuk membuat roti terdiri dari tepung gandum yang putih, berbagai cairan, ragi, lemak/minyak, gula dan garam. Tepung-tepung lainnya mis : tepung jagung, sagu, sorgum (dari tumbuh-tumbuhan Sorghum vulgare) , jewawut, kentang, kedele, singkong ataupun beras dapat juga dipakai untuk campuran atau pengganti tepung gandum. Jenis roti yang disebut quick breads seperti biskwit, umumnya diberi ragi khusus yang disebut baking powder (bhs Belanda bakpoeder). Indonesia banyak mendatangkan terigu (tepung gandum) dari luar negeri untuk pembikinan roti dan kue-kue lain. Penggunaan tepung dari hasil bumi negeri sendiri seperti tepung sagu, tepung singkong dll relative kecil, belum mencapai taraf penggunaan tepung gandum. Roti biasanya dijual ditoko-toko, diwarung-warung atau dijajakan oleh pedagang keliling. Di kampung-kampung di kota-kota di Indonesia, roti dijual oleh para penjaja roti (pedagang roti keliling). Para penjaja roti  itu menawarkan barang dagangannya dengan meneriakkan . . .roti roti roti roti . . .  Sampai sekarang masih ada para penjaja yang meneriakkan . . . brood brood brood brood . . .  (brood adalah roti dalam bahasa Belanda).

Seperti telah dikemukan dimuka, roti terbuat dari berbagai macam tepung dicampur dengan air, ragi dan bahan-bahan lain (susu, telur, madu, gula, kacang dll) menjadi adonan lalu dimasak. Cara membuat adonan dan memasak roti ini mempunyai sejarah yang panjang. Ribuan tahun lalu saat manusia masih hidup secara nomaden, gandum dimakan begitu saja tanpa dimasak terlebih dulu. Melalui perkembangan jaman, gandum ditumbuk dan diolah dengan air sehingga membentuk adonan semacam pasta. Pasta tersebut kemudian dibakar dan menjadi lebih keras dan tahan lama. Konon roti itu pada awalnya berasal dari bangsa Mesir.

Memasak bisa dilakukan dengan memanggang, menggoreng, mengukus, dan mendidihkan adonan. Kue, biskuit, pie, dan kerupuk ; jika dilihat dari cara memasaknya adalah seperti roti, demikian juga halnya dengan makaroni dan spaghetti (bisa dianggap roti bakar). Sedangkan  yang  tampak kurang jelas tapi masih dianggap keluarga roti adalah nasi dan bubur. Bir mungkin tampak tidak terkait dengan roti, tapi bahan dasar dan  proses pembuatannya, bir sangat mirip roti.

Kata "roti" pada umumnya memiliki arti  makanan pokok manusia yang disiapkan atau disajikan. Meskipun banyak orang-orang di Asia dan di tempat lainnya hidup dengan nasi atau bubur millet, namun roti memiliki tempat penting sebagai makanan pokok manusia dalam sejarah ekonomi dan social umat manusia.

Semula, roti dibuat di rumah-rumah (home baking) dengan tangan (manual) untuk keperluan sendiri. Namun dengan ditemukannya alat-alat produksi mekanis dan teknik produksi massal, maka pembuatan roti secara manual menurun secara cepat di seluruh Negara di muka bumi. Di Amerika Serikat misalnya, sebagian besar (lebih dari 90%)  toko roti menjual roti yang di produksi secara mekanis dengan teknik produksi massa. Roti untuk makanan sehari-hari bagi setiap orang di Negara maju hampir seluruhnya disediakan oleh industri.

Sejak pertengahan abad ke-20, industry roti (memproduksi roti secara mekanis dengan teknik produksi massa), telah  menyebar ke Amerika Latin, Afrika, dan Asia khususnya Jepang. Hal itu berakibat meningkatnya kebutuhan (demand) akan gandum sebagai bahan baku pembuatan roti (kuliner).  
  
Sebagaimana diketahui gandum merupakan makanan pokok manusia selain beras. Dengan terus bertambahnya jumlah penduduk dunia, maka kebutuhan akan gandum juga semakin meningkat. Pada akhir abad ke-20, produksi gandum terbesar di dunia adalah Negara-negara Uni Eropa, lk 130 juta ton dari total produksi gandum dunia yang jumlahnya l.k 650 juta ton per tahun. Sedangkan pada awal abad ke-21 gambaran 10 negara   penghasil gandum terbesar di dunia adalah sbb :

No.
Negara
 106 . mTon per tahun
Persen (%)
Keterangan
01
Uni Eropa
144.20
19.17
Jerman, Perancis dll
02
China
128.85
17.12

03
India
90.00
11.96

04
Rusia
72.50
9.63

05
Amerika Serikat
62.85
8.35

06
Australia
33.00
4.38

07
Kanada
31.70
4.21

08
Ukraina
27.00
3.59

09
Pakistan
25.30
3.36

10
Turki
17.50
2.32











Sumber  : Website USDA (United Stated Department of Agriculture) tahun trading 2016/2017 Januari.
Kebutuhan roti di dunia sebagian besar dipasok oleh perusahaan roti (bakeries). Perusahaan roti  itu  memiliki satu atau lebih pabrik pembuat roti. Industri roti (baking industry) terdiri dari perusahaan-perusahaan roti  dan produk yang berkaitan.
Secara keseluruhan industri roti (baking industry) itu merupakan suatu jaringan usaha sbb :
  • Penyedia pasokan bahan baku roti (mis : gandum, gula dll) ;
  • Penyedia pasokan bahan pembantu (ragi, basic ingredient dll)
  • Produksi roti dan produk yang berkaitan;
  • Pengemasan (packaging) ; dan
  • Penjualan roti.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang memiliki industri roti (baking industry), yang  dapat dikatakan sempurna, lengkap dengan usaha penyedia pasokan bahan baku, usaha penyedia pasokan bahan pembantu dan lain-lain, seperti dijelaskan dimuka.


Cara pembuatan (production method) roti tergantung dari bentuk produk (roti) yang dikehendaki dan citarasa konsumen, pada dasarnya ada 3 (tiga) cara pembuatan (production method) roti.

Produksi roti dan produk yang berkaitan, pada umumnya memiliki keragaman yang besar dalam bentuk dan struktur. Di Amerika Serikat   produksi roti dan produk yang berkaitan terdiri dari : (1) perusahaan kecil dengan satu unit toko eceran sampai dengan perusahaan besar yang  mengoperasikan puluhan unit pabrik roti (di dalam negeri maupun di luar negeri) ;  dan (2) perusahaan yang menghasilkan satu jenis roti saja sampai dengan yang menghasilkan berjenis-jenis roti.
Perusahaan roti, jika dikelompokkan menurut cara jualan-nya (marketing) adalah sebagai berikut:
  • Perusahaan yang jualan roti secara grosir;
  • Perusahaan yang jualan roti ke hotel, restoran, dan tempat tinggal;
  • Perusahaan yang jualan craker, kue roti, kembang gula, coklat dllnya ;
  • Toko roti ritel menjual langsung ke konsumen (termasuk penjaja roti keliling).

Umumnya masa berlakunya roti (expired) adalah satu hari atau beberapa hari sesuai dengan standar waktu yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya   Dengan menggunakan alat tertentu (application of freezing to bakery  products) masa berlakunya roti tersebut dapat 5 s/d 10 hari lebih lama.

Cara pembuatan (production method) roti tergantung dari bentuk produk roti yang dikehendaki, komposisi ingredient yang digunakan, dan cita-rasa konsumen https://www.youtube.com/watch?v=Z-RRLDCtyeY ; pada dasarnya ada 3 (tiga) sbb :
  •  Semua dicampur (straight dough) ;
Metode “straight dough” ini l.k sbb : (a) Semua bahan tepung dll dicampur jadi satu adonan; (b) fermentasikan ; (c) potong-potong sesuai ukuran (berat) ; (d) dibentuk ; dan (e) masukkan ke oven sampai matang sesuai dengan yang di-inginkan. Metode ini digunakan terutama oleh para pengecer dalam pembuatan berbagai roti.
  • Sebagian dicampur “sponge and dough” ;
Metode “sponge and dough” ini l.k : (a) Sebagian tepung (l.k 70%) dicampur jadi semacam adonan (sponge); (b) sisa tepung, ragi, mineral, dan air diaduk hingga tercampur rata dan tambahkan; (c) fermentasikan; (d) bentuk menjadi batang-batang silender ; (e) masukan ke lemari dengan suhu & kelembaban tertentu; (f) masukkan ke papan (pan); dan (g) kemudian masukkan ke oven untuk dipanggang hingga matang sesuai dengan yang diinginkan. Metode ini digunakan terutama oleh para penjual borongan (wholesalers), tapi kadang-kadang juga oleh para pengecer roti.
  • Dicampur secara berkesinambungan Continuous mix
Kalau pada metode “straight dough” dan “sponge dough” digunakan alat konvensional yang terpisah-pisah, maka dalam metode “continuous mix” digunakan alat otomatis yang merupakan satu kesatuan. Pembuatan roti dengan metode “continuous mix” ini digunakan secara komersial mulai tahun 1958.


Tepung (gandum), air, ragi, dan garam adalah komponen utama roti (basic ingredient), Ingredient lainnya hanya akan memperkaya rasa, kelembutan, warna dll. Sebagai gambaran roti (commercial white bread) memiliki komposisi ingredient sbb :

No.
Ingredient
Parts per 100 parts flour
% of dough
01
Flour
100.0
53.7
02
Water
68.0
36.5
03
Yeast
2.5
1.3
04
Salt
2.0
1.1
05
Sugar
6.0
3.2
06
Shortening
3.0
1.6
07
Nonfat dry milk
4.0
2.1
08
Mineral yeast food
0.5
0.2
09
Mold inhibitor
0.2
0.1




Indonesia, untuk memproduksi roti masih harus impor gandum dari sejumlah Negara. Produksi gandum di dalam negeri tidak mencukupi. Diperkirakan rata-rata jumlah impor gandum Indonesia setiap tahun pada awal abad ke-21 ini adalah sbb :

PERKIRAAN JUMLAH IMPOR GANDUM INDONESIA
(RATA-RATA PER TAHUN)
No.
Negara
mTon per tahun
Jutaan Rupiah
Keterangan
01
Australia
14.000.000
11.200.000

02
Kanada
2.400.000
2.400.000

03
Amerika Serikat
1.600.000
1.600.000

04
Negara lain
2.000.000
1.600.000
Russia, India, Turki Pakistan dll
05
Jumlah
21.000.000
16.800.000







Tampaknya dari waktu ke waktu makin banyak orang Indonesia yang meng-konsumsi roti sebagai makanan pokok, terutama di kota-kota besar. Hal ini karena semakin mudahnya roti didapat, serta meng-konsumsi roti lebih praktis.
Ada beberapa jenis roti yang diperjual belikan, di Indonesia kita mengenal roti tawar, roti manis, roti isi (coklat, nenas, pisang, sarikaya dll), roti keju dll. Selain itu kita juga mengenal roti kering seperti biscuit, cracker, marie  atau yang sejenis dengan roti seperti pizza, bakpao, bakpia, bika dll.

Seperti telah diterangkan dimuka penjualan roti tergantung atau sangat berkaitan pada :
  • Perusahaan yang jualan roti secara grosir;
  • Perusahaan yang jualan roti ke hotel, restoran, dan tempat tinggal;
  • Perusahaan yang jualan craker, kue roti, kembang gula, coklat dllnya ;
  • Toko roti ritel menjual langsung ke konsumen (termasuk, penjual makanan & minuman, penjaja roti keliling, dll).
Perusahaan yang jualan roti dan toko roti ritel tersebut pada dasarnya terdiri dari  “Toko Roti” sebagai pusat penjualan yang tersebar di kota-kota besar di seluruh dunia. Sebagai gambaran berikut ini disampaikan 10 “Toko Roti” yang ternama di Jakarta, Tokyo, dan New York sbb :

TOKO ROTI
No.
Jakarta
Tokyo
New York
01
T0US LES JOURS GRAND INDONESIA
VIRON SHIBUYA
LEVAIN BAKERY
02
HOLLAND BAKERY
CENTRE  THE BAKERY IN GINZA
LEVAIN BAKERY 2
03
PIA APPLE PIE
MARUICHI BAGEL IN SHIROKANE
TWO LITTLE RED HENS
04
FRANCIS ARTISAN BAKERY
DAN DIX ANS IN KICHIJOJI
MOLLY’S CUPCAKES
05
ERIC KAYSER ARTISAN BOULANGER
SIGNIFIANT SIGNIFIE IN SANGENJAYA
EILEEN’S SPECIAL CHEESECAKE
06
AUNTIE ANNE’S PRETZEL
365 JOURS IN SHIBUYA
DOUGHNUT PLANT
07
HOKKAIDO BAKED CHEESE TART
PARLOUR EKODA IN EKODA
SCHMAC KARY’S
08
COLETTE & LOLA GRAND INDONESIA
BREAD, ESPRESSO & IN OMOTESANDO
DOUGHNUT PLANT 2
09
SOPHIE AUTHENTIQUE FRENCH BAKERY
LE PAIN QUOTIDIEN IN SHIBA
LE MILLE FEUILLE
10
CHICORY EUROPEAN PATISSERIE
LA BOUTIQUE DEL JOEL ROBUCHON IN MARUNOUCHI
AMY’S BREAD






Diperkirakan jumlah pabrik-pabrik roti di Indonesia akan terus bertambah, hal ini karena makin bertambahnya konsumen roti, dan makin banyaknya jenis-jenis roti yang diproduksi karena banyaknya bahan-bahan yang dapat dipakai sebagai bahan baku roti di Indonesia

Disamping itu ada pabrik-pabrik roti yang memiliki toko-toko roti dengan armada penjualan-nya (mis : penjaja roti keliling dll). Di Indonesia hal itu banyak terdapat di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Purwokerto, Medan, Makasar dan lain-lain ; misalnya Pabrik Roti “Tan Ek Tjoan”, Pabrik Roti “Sari Roti”, Pabrik Roti “Bogor Raya” , Pabrik Roti “Mayasari”, Pabrik Roti “Lauw” Pabrik Roti “GO” dan lain-lain.

Penjaja roti keliling

Diperkirakan jumlah pabrik-pabrik roti di Indonesia akan terus bertambah, hal ini karena makin bertambahnya konsumen roti, makin banyaknya jenis-jenis roti yang diproduksi karena banyaknya bahan-bahan yang dapat dipakai sebagai bahan baku roti di Indonesia seperti singkong, ubi-ubian (talas), sagu dll.  Namun Indonesia masih menghadapi kendala yang besar dalam membangun pabrik roti dengan bahan baku gandum, terutama karena tanaman gandum tidak dapat tumbuh dengan baik di Indonesia.

Seperti diketahui industri roti (baking industry) terdiri dari perusahaan-perusahaan penghasil roti  dan produk yang berkaitan. Tenaga kerja yang terserap di industry roti di Indonesia pada waktu ini diperkirakan sekitar 1.600.000 orang dengan pendapatan rata-rata l.k Rp 2.000.000 per bulan. Angka pendapatan itu lebih rendah, jika dibandingkan dengan pendapatan rata-rata tenaga kerja di industry roti di Negara-negara maju (mis : Amerika Serikat dan Jepang).

Demikianlah bahasan dan renungan singkat tentang roti, semoga bermanfaat !

*
A wise and frugal government, which shall restrain men from injuring one another, shall leave them otherwise free to regulate their own pursuits of industry and improvement, and shall not take from the mouth of labor the bread it has earned. (Thomas Jefferson)
Read more at: https://www.brainyquote.com/topics/bread

*

Sabtu, 04 November 2017

Ho Chi Minh

Ngunandiko.138





Mutiara
(HO CHI MINH)


Ngunandiko dengan judul "Mutiara (Ho Chi Minh)" ini berisikan beberapa "quotation" dari Ho Chi Minh (1890 – 1969). Ho Chí Minh  adalah seorang tokoh revolusi dan negarawan Vietnam, yang kemudian menjadi Perdana Menteri  (1954)  dan Presiden Vietnam Utara (1954–1969). Selain itu, Ho Chi Minh merupakan salah satu politisi yang paling berpengaruh pada abad-20.




"Quotation" dari Ho Chi Minh ini diambil secara acak dari berbagai sumber, hal ini untuk menggambarkan pandangan-pandangan-nya tentang berbagai masalah --- masalah politik, sosial dan lain-lain --- agar  kita dapat mengingatnya dan merenungkannya kembali. Quotation-quotation tersebut antara lain adalah sbb:

  • Tuliskanlah sedemikian rupa apa yang ada dibenak Anda, sehingga Anda dapat dengan mudah dipahami oleh kaum muda dan tua, baik pria maupun wanita, bahkan oleh anak-anak (Ho Chi Minh).



  • Remember the storm is good opportunity for the pine and the cypress to show their strength and their stability (Ho Chi Minh)




  • Imperialism has now reached a degree of almost scientific perfection. It uses White workers to conquer the non-white workers of The Colonies. Then, it hurls the non-white workers of one colony against those of another non-white colony. Finally, it relies on the Colored workers of the colonies to rule the White workers. Recently, White French soldiers near mutiny in the occupied Ruhr of Germany, were surrounded by French African soldiers, and colored native light-infantry were sent against White German strikers (Ho Chi Minh).
  • Bagi KAPITALISME perang dan damai itu adalah BUSINESS, tiada lain selain BUSINESS (Ho Chi Minh).
Demikianlah beberapa kata mutiara dari seorang tokoh terkemuka Vietnam, serta seorang yang telah merintis lahirnya Negara Vietnam yang bebas dari penjajahan. Semoga bermanfaat.

*
If you want to see the sunshine, you have to weather the storm
(Frank Lane, famous manager of US Baseball Team)


*

Selasa, 10 Oktober 2017

Orang-hitam Amerika (Black Americans)

Ngunandiko 134







Orang-hitam Amerika
(Black Americans)
Bagian. I


Orang-hitam Amerika (negro) adalah minoritas terbesar di Amerika Serikat yaitu sekitar 12 % populasi. Orang-orang hitam tersebut lama dipandang sebagai warga negara kelas dua.

Barack Husein Obama
Lebih dari 2 abad, sejak deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli tahun 1776, belum pernah ada orang-hitam Amerika menduduki jabatan Presiden Amerika Serikat.  Barack. Husien Obama adalah “orang-hitam Amerika” pertama yang menduduki jabatan Presiden Amerika Serikat tersebut (January 20, 2009 - January 20, 2017).
Pada akhir Juni 2017 yang lalu, Presiden ke-44 Amerika Serikat, Obama, telah mengunjungi Indonesia selama 10 hari. Kunjungan Obama itu memperoleh perhatian yang luar biasa dari rakyat Indonesia.
Seperti diketahui  orang orang-hitam Amerika adalah minoritas terbesar, lk 12 % populasi Amerika Serikat, dan dipandang sebagai warga negara Amerika Serikat kelas dua. Oleh karena Indonesia juga memiliki golongan minoritas khususnya minoritas “Warga negara Indonesia keturunan China”, maka “Ngunandiko” terdorong membahas dan merenungkannya.
Berbekal dari artikel “Black Americans”, dalam buku “The New Book of Knowledge (Grolier Incorporated, Connecticut)”  ; “Ngunandiko” memberanikan diri  membahas dan merenungkannya.  Semoga renungan dan bahasan ini  bermanfaat.


Di Amerika Serikat, sejarah orang  kulit hitam Afrika (negro) sebagian besar merupakan perjuangan panjang untuk kebebasan dan kesetaraan.

Pada awal abad ke-21 ini, orang hitam Amerika adalah kelompok minoritas terbesar di Amerika Serikat, sekitar 12 persen dari populasi. Orang hitam Amerika sebagian  atau sebagian besar adalah keturunan dari orang-orang yang pernah tinggal di Afrika selatan Sahara, dan sejarah mereka berakar jauh di Afrika masa lalu.
Beberapa istilah digunakan untuk merujuk pada orang Amerika warisan dari orang Afrika masa lalu itu ; yaitu  "Orang-Hitam" atau "Afro-Amerika". Namun istilah yang paling umum digunakan sampai tahun 1960-an adalah "Negro" . Dalam bahasa Spanyol berarti "hitam".
Konon di wilayah  penguasaan Negro kuno itu (Afrika), mereka tergolong orang yang sombong, namun kaya warisan budaya dan peradaban. Kemudian, pada akhir 1400-an, datang orang-orang Eropa memperbudak  dan kemudian membawa Negro itu ke Amerika. Di Amerika Serikat, sejarah orang  hitam Afrika (Negro) itu sebagian besar merupakan perjuangan panjang untuk kebebasan dan kesetaraan.
Sebagaimana diketahui peradaban Afrika yang paling awal berkembang adalah di sepanjang lembah Sungai Nil, dari utara (hilir) sampai keselatan (hulu) yaitu dari Mesir sampai ke Ethiopia. Orang hitam (Ra Nahesi) diketahui menduduki tahta firaun di Mesir. Ra Nahesi adalah istri Ahmose I, salah satu pendiri dinasti ke 18 di Mesir, sekitar tahun 1850 SM.  Ra Nasehi (Queen Nafetari) itu adalah seorang wanita kulit hitam yang terkenal dengan kecantikan dan kemampuannya. Mutemua (istri Thutmose IV), juga seorang wanita kulit hitam. Salah satu anak mereka, Amenhotep III, memerintah sekitar 1420 sampai 1411 SM. Amenhotep III terkenal karena bangunan-bangunan besar yang dibangun pada masa pemerintahannya.
Pada abad ke 6 - 8 SM, penguasa Ethiopia menaklukkan Mesir. Mereka menduduki tahta firaun selama lebih dari satu abad. Firaun orang  Ethiopia yang terbesar adalah Taharka, yang memerintah dari tahun 688 - 663 SM  dan menyebut dirinya sebagai kaisar dunia.


Perdagangan dengan orang-orang Arab di Afrika Utara membawa kontak dengan orang Arab dan ajaran  Islam. Kemudian kota-kota kekaisaran orang hitam itu  menjadi pusat pembelajaran dan budaya Islam.

Di Afrika Barat di selatan Sahara itu banyak suku-suku  yang bersatu dan membentuk suatu kerajaan. Yang paling kuat adalah kerajaan-kerajaan Ghana, Mali (atau Melle), dan Songhai. Kekuatan kerajaan-kerajaan atau kekaisaran-kekaisaran ini  bertumpu pada “lokasi”;  yaitu berada di jalur kafilah yang melintasi Sahara. Di lokasi itu ramai dipertukarkan (diperdagangkan) gandum, gula dan garam dari utara dengan emas dan sapi dari selatan. Perdagangan dengan orang-orang Arab di Afrika Utara ini membawa kontak dengan orang Arab dan ajaran agama Islam. Kota-kota  kekaisaran itu kemudian menjadi pusat pembelajaran dan budaya Islam (Muslim).
Kerajaan Ghana, pada awalnya yaitu di  sekitar abad ke-3 AD  berada di bawah Tenkamenin.  Tenkamenin memerintah di sekitar abad ke-10 SM (Sesudah Masehi), dan Ghana mencapai puncak kekuatannya. Pada masa itu, Ghana  merasa sebagai Muslim sang penakluk. Kemudian Ghana dikelilingi oleh orang-orang Mandingo, dipimpin oleh Sundiata, yang menjadi  raja Mali.
Sejarah Mali dimulai pada abad ke-6 SM (Sesudah Masehi). Di bawah Mansa Musa I, yang memerintah dari tahun 1312 s/d 1337. Pada mada kerajaan Mali mencapai puncaknya, ilmuwan-ilmuwan Muslim dari seluruh dunia didatangkan untuk mendirikan perguruan-perguruan Islam di kota Walata, Gao, dan Timbuktu. Setelah kematian Musa, kekuatan dan kemuliaan Mali perlahan-lahan runtuh.
Kekaisaran Sunghai berawal dari abad ke-3 SM, menjadi terkenal di tahun 1400-an, di bawah pejuang Sunni (raja Ali Ber), dan mencapai kekuatan terbesarnya di bawah putranya Askia Mohammed. Pada tahun 1590 sebuah ekspedisi militer dari Maroko menyerang Songhai. Kota-kota yang makmur itu runtuh. Selama 100 tahun berikutnya, kekaisaran itu terpecah belah menjadi negara-negara kesukuan kecil dan kemudian membusuk.
Menurut catatan sejarah, orang kulit hitam pertama yang mencapai Dunia Baru (benua Amerika) adalah  bagian dari ekspedisi & eksplorasi Spanyol ke Dunia Baru di awal tahun 1500-an. Salah seorang diantaranya adalah Estavanico (Estabanico atau Little Stephen), Estavanico  membantu mempersiapkan jalan bagi penaklukan wilayah Meksiko dan Amerika Serikat bagian barat daya oleh Spanyol. Sementara itu orang-orang kulit hitam juga menemani misionaris Prancis ke Amerika Utara selama tahun 1600-an. Satu abad kemudian, orang kulit hitam menetap di Lembah Mississippi. Pada tahun 1770 Jean Baptiste Pointe du Sable menjadi pemukim hitam pertama di daerah Chicago.
Orang kulit hitam pergi ke belahan bumi barat, pertama-tama adalah  sebagai pelayan kontrak. Kemudian mereka diambil sebagai budak. Orang Afrika, seperti orang-orang di belahan dunia lainnya, telah lama memperbudak satu sama lain. Terkadang perbudakan itu adalah hasil dari kekalahan dalam perang suku (lihat Ngunandiko. Perbudakan). Kadang-kadang anggota suku yang panennya gagal atau ternaknya mati  akan diperbudak oleh suku lain, yang lebih makmur. Perbudakan adalah bisnis yang menguntungkan, sehingga pedagang Afrika Utara melakukan perjalanan jauh melintasi padang pasir untuk membeli budak di Sudan dan dijual-nya kembali di Utara. Perbudakan orang Afrika itu, semula relatif ringan, sampai mereka diperbudak oleh orang kulit putih, yang membawanya melintasi samudra besar (Atlantik) ke negeri asing (benua Amerika).

Perdagangan budak orang hitam dengan  Dunia Baru  yang menguntungkan itu, pertama kali jatuh ke tangan orang-orang Portugis, lalu ke Spanyol, Belanda, dan Inggris.

Orang-orang Indian asli di Amerika terbukti tidak cocok untuk dijadikan budak, maka penjajah Eropa mencari pekerja murah lainnya. Penjajah Eropa itu menemukannya di Afrika barat. Di sana orang Portugis mendirikan pos perdagangan budak pada tahun 1400-an, dan terlibat dalam menjual budak ke Eropa dan kemudian ke Amerika (Dunia Baru). Perdagangan budak yang menguntungkan dengan Dunia Baru itu pertama kali jatuh ke tangan orang Portugis, lalu ke tangan Spanyol, Belanda, dan Inggris. Menjelang 1800-an, sekitar 10.000.000 orang kulit hitam  bekerja di ladang, kebun, dan tambang di Amerika.
Pada tahun 1619, 20 orang Afrika ditempatkan di Jamestown, Virginia, sebagai pelayan kontrak. Mereka (orang hitam pelayan kontrak itu) diperlakukan sama seperti pelayan kontrak orang kulit putih. Orang-orang Afrika (orang hitam), seperti halnya pelayan kontrak orang kulit putih, juga melayani sebuah jabatan ganda. Mereka (para pelayan kontrak) bekerja untuk tuan mereka selama 7, 14, atau 21 tahun, kemudian dibebaskan, dan masing-masing diberi sebidang tanah kecil. Dalam kasus orang kulit hitam, perlakuan seperti  itu berangsur-angsur berhenti.
Menjelang akhir tahun 1600-an, kebanyakan orang kulit hitam di koloni Amerika menjadi budak seumur hidup. Di Maryland, Virginia, Carolina, dan Georgia, pada akhir tahun 1700-an ada lebih dari 640.000 budak hitam. Seiring berkembangnya pertanian, semakin banyak budak dibutuhkan. Tembakau, gandum, nila, kapas, dan tebu menjadi tanaman yang penting. Perkebunan besar yang tumbuh itu, itu semua bergantung pada budak.
Secara keseluruhan, budak kulit hitam di Amerika Latin diperlakukan lebih baik (kurang kasar) daripada di koloni Inggris. Gereja Katolik Roma di Amerika Latin memainkan peran penting dalam mendidik budak kulit hitam dan mendukung keinginan mereka akan kebebasan. Di Amerika Latin juga ada rasa hormat yang lebih besar terhadap orang kulit hitam sebagai manusia. Orang kulit hitam, diterima lebih mudah di Amerika Latin daripada di Amerika Utara.
Hampir tidak ada yang merasa nyaman dan enak dengan praktek perbudakan itu. Tentu saja para budak tidak menyukai nasibnya. Kemudian mereka sering berontak, dan cukup banyak yang melarikan diri. Pemilik budak, di sisi lain, sering terganggu oleh perasaan  hatinya. Pemilik budak juga tahu, bahwa semangat menentang perbudakan berkembang. Hal ini terutama berlaku di wilayah Prancis, di mana ada banyak pembicaraan tentang "hak alami" manusia. Gagasan "hak alami" ini segera sampai di Inggris. Perbudakan, di koloni Inggris, dihapuskan pada tahun 1833. Gagasan tentang “hak alami” juga diungkapkan oleh Thomas Jefferson dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika.
Hak untuk bebas—hak-alami adalah gagasan di balik Perang Revolusi  Amerika. Crispus Attucks adalah orang kulit hitam yang terbunuh dalam “Pembantaian Boston (The Boston Massacre)”, termasuk orang Amerika pertama yang meninggal dalam Revolusi Amerika. Sebanyak 5.000 orang kulit hitam bertempur di pihak Utara, termasuk Peter Salem. Mati di Boston itu membedakan dirinya dari mati pada pertempuran di Lexington, Concord, dan Bunker Hill pada tahun 1775. Seorang kulit hitam lainnya, Salem Poor, juga menunjukkan keberanian di pertempuran Bunker Hill.
Pada saat Perang Revolusi Amerika, sejumlah orang kulit hitam di Utara sudah bebas. Budak yang melarikan diri dan mendaftar, diberi kebebasan sebagai akibat dari pelayanan mereka pada masa perang (Revolusi). Tapi banyak orang kulit hitam tidak memiliki kesempatan melarikan diri dan mendaftar untuk bertarung dipihak Utara. Setelah perang, sebagian besar negara bagian Utara membebaskan perbudakan. Ini tidak terjadi di Selatan.


Mereka hidup di bawah hukum yang kejam. Budak itu bisa dicambuk atau dicap bahkan dibunuh, karena mencuri Para budak tidak bisa menyerang orang kulit putih, bahkan untuk membela diri, tanpa menanggung risiko digantung.

Tidak mudah bagi para budak di Amerika untuk menyesuaikan diri dengan kerasnya kehidupan mereka. Tidak semua pemilik budak  buruk, tapi kekejaman dari sistem sebegitu jauh sulit dihindari. Budak lapangan, termasuk anak-anak usia 8 atau 9 tahun, bekerja sejak subuh sampai malam. Makanan mereka adalah tepung jagung, lemak babi, ikan asin, dan salad hijau. Mereka hidup di bawah hukum yang keras. Mencuri, maka budak bisa dicambuk atau dicap bahkan dibunuh. Mereka tidak bisa menyerang orang kulit putih, bahkan untuk membela diri, tanpa menanggung risiko digantung. Beberapa pemilik budak menyewa pengawas yang brutal dan pengelola kebun, yang disebut sipir budak, yang mencambuk budak untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak dari para budak. Budak yang berani melawan, diperlakukan dengan kejam. Tapi kebanyakan budak dengan cepat sadar bahwa hidup mereka akan lebih mudah, jika mereka melakukan apa yang diperintahkan tanpa mengeluh.
Para budak menemukan hiburan dalam agama Kristen. Mereka membuat lagu-lagu religius yang membedakan kehidupan keras mereka di bumi dengan kebahagiaan yang mereka harapkan di surga. Mereka bernyanyi, misalnya lagu-lagu, "Trouble I See" dan "Swing Low”, dan “Sweet Chariot". Spiritualitas ini termasuk antara lain di lagu-lagu pertama yang dibuat di Amerika.
Sebagian besar budak adalah pekerja lapangan. Beberapa dilatih sebagai tukang kayu, tukang tenun, tukang batu, tukang jahit, dan pembuat sepatu. Para budak ini melakukan hampir semua pekerjaan di  kota-kota di selatan. Saat pekerjaan di perkebunan lesu, pemilik perkebunan sering menyewakan para budak itu ke para para pengelola perdagangan dan industri di kota terdekat. Tukar kerja ini sering mendapat upah yang sangat baik, beberapa budak menggunakan upah itu untuk membeli kebebasannya. Terkadang orang membebaskan budaknya, karena suka  bahwa budak mereka bekerja sesuai keinginannya atau sebagai pengganti atas tindakan para budak yang berani.
Seperti telah dijelaskan, hampir semua layanan pribadi dilakukan oleh para budak. Para budak itu bekerja sebagai tukang cukur, penata rambut, tukang parkir (valets), pelayan, dan perawat bagi orang kulit putih kaya dan berpendidikan. Orang kulit putih kaya itu umumnya memperlakukannya dengan baik. Banyak budak, di antaranya adalah pelaut Gustavus Vassa (1745 - 1801), yang diajari membaca,  menulis, dan lain-lain. Beberapa menjadi guru dan pengkhotbah untuk budak lainnya.

 

Pemberotakan Budak 1822

Pemberontakan budak terjadi di beberapa tempat di Selatan pada awal 1800-an. Salah satu rencana pemberontakan paling ambisius terjadi pada tahun 1822, hal itu dilakukan oleh Denmark Vesey (1745 - 1822), yang terinspirasi pemberontakan melawan Prancis di Haiti yang dipimpin oleh Toussaint L 'Ouverture, Jean Jacques Dessalines, dan Henri Christophe. Namun rencana itu gagal, Denmark Vesey dikhianati oleh seorang budak, dan Denmark Vesey dihukum mati sebelum dapat melaksanakan rencananya.
Pemberontakan paling brutal terjadi di Virginia pada tahun 1831. Pemimpinnya, Nat Turner, percaya bahwa dia telah dipanggil oleh Tuhan untuk membebaskan bangsanya. Setelah lebih dari 100 orang kulit hitam dan sekitar 60 orang kulit putih terbunuh, pemberontakan tersebut dipadamkan. Turner ditangkap dan dieksekusi. Hukum-budak (slave code) yang baru dan lebih berat diberlakukan di Virginia. Beberapa orang menyalahkan orang kulit hitam yang berpendidikan, karena mereka dianggap mendorong pemberontakan, dan mengajar budak lain membaca dan menulis untuk berbuat sebuah kejahatan.


Tidak ada orang kulit hitam lulusan perguruan tinggi sampai 1826, ketika John B. Russwurm menerima gelar dari Bowdoin College di Maine.

JB. Russwurm (1799 - 1851)
Tidak ada hukum-budak (slave code) yang telah diberlakukan di Utara,  dimana sebagian besar orang kulit hitam tinggal. Orang kulit hitam yang mendapatkan pendidikan sekolah tingkat pertama atau tingkat kedua adalah hal yang luar biasa di Amerika pada waktu itu. Ahli matematika dan penemu Benjamin Banneker (1731 - 1806) adalah salah satu orang kulit hitam paling terkenal saat itu, ia sepenuhnya seorang otodidak. Tidak ada orang kulit hitam lulusan perguruan tinggi sampai 1826, ketika John B. Russwurm menerima gelar dari Bowdoin College di Maine. Pada tahun-tahun berikutnya, beberapa orang kulit hitam dapat bebas belajar di Harvard College di Massachusetts dan di Oberlin College di Ohio. Di perguruan tinggi itu orang-orang kulit hitam  berhubungan dengan anggota fakultas yang merupakan orang-orang abolisionis (orang-orang yang ingin melakukan pembebasan perbudakan). Dua orang kulit hitam diketahui telah pergi ke luar negeri untuk belajar. Alexander Crummell (1819 - 1898) meraih gelar di Cambridge University di Inggris dan James McCune Smith (1813 - 1865), yang belajar kedokteran di University of Glasgow di Skotlandia. James McCune Smith mempraktekkan profesinya di New York City.
Pada tahun 1860 hampir 500.000 orang kulit hitam bebas di Amerika Serikat. Tapi sedikit dari mereka menikmati kesetaraan hak kewarganegaraannya. Orang kulit hitam bebas di Selatan sesungguhnya hampir tidak bebas sama sekali. Mereka harus membawa pass (surat keterangan) atau sertifikat kebebasan. Jika mereka tertangkap tanpa pass, mereka mungkin dijual kembali sebagai budak. Mereka (orang  hitam bebas) tidak bisa membentuk klub atau kelompok diskusi, dan tidak diizinkan mengadakan pertemuan lebih dari lima orang. Karena tidak diizinkan memiliki senjata api, sulit untuk melindungi diri dari orang kulit putih yang sering menculik orang kulit hitam dan menjualnya  menjadi budak kembali.
Kontrol terhadap kehidupan “orang kulit hitam bebas” di Utara lebih lunak, walaupun ada cukup kontrol untuk membedakannya dari orang Amerika bebas lainnya. Banyaknya hambatan yang dihadapinya membuat banyak orang kulit hitam bebas merasa, bahwa  memiliki kulit yang gelap adalah aib. Sementara itu beberapa orang kulit hitam memanfaatkan tawaran yang dibuat oleh Paul Cuffe (seorang pemilik kapal), untuk mengantar mereka kembali ke Afrika. Tawaran serupa juga dilakukan oleh American Colonization Society, yang dibentuk oleh beberapa orang peranakan kulit putih pribumi pada tahun 1817.
Masyarakat --  orang hitam yang kembali ke Afrika -- tersebut mendirikan sebuah koloni di Liberia, di pantai barat Afrika, terutama untuk mantan budak dan orang kulit hitam Amerika yang bebas. Ternyata gagasan untuk pergi kembali ke Afrika ini tidak menarik banyak orang kulit hitam. Pada tahun 1830 hanya sekitar 1.500 yang menetap di sana (Liberia). Banyak  orang hitam yang cukup terang warna kulitnya dikira berkulit putih, mereka itu berlalu begitu saja ke dalam dunia orang kulit putih dan dengan demikian lolos dari cacat warna. Tetapi tidak bias dipungkiri ratusan ribu tidak bisa melarikan diri, dan mereka mengembangkan cara hidup di dalam rintangan yang dibangun oleh dunia putih di sekitar mereka.


Pada tahun 1820-an dan 1830-an, di New York City, orang kulit hitam memiliki teater mereka sendiri, di mana aktor kulit hitam tampil. Orang kulit hitam membentuk kelompok masyarakat, klub, dan berbagai kelompok eksklusip.

Kehidupan orang kulit hitam, bagi diri mereka sendiri, pada umumnya memilih ber-model-kan cara hidup orang kulit putih. Orang kulit hitam mengorganisir gereja mereka sendiri dan membangun sekolah mereka sendiri. Pada tahun 1820-an dan 1830-an, di New York City, orang kulit hitam memiliki teater sendiri, di mana para aktor kulit hitam tampil. Orang kulit hitam membentuk kelompok masyarakat, klub, dan berbagai kelompok eksklusip. Surat kabar (Koran) orang  hitam pertama, Freedom's Journal, diedit oleh John Russwurm, dimulai di New York City pada tahun 1827 (bersambung).

*

In the white community, the path to a more perfect union means acknowledging that what ails the African - American community does not just exist in the minds of black people; that the legacy of discrimination and current incidents of discrimination, while less overt than in the past - are real and must be addressed (Barack Obama).



*