Kamis, 31 Januari 2019

JENGHIS KHAN


Ngunandiko.164






JENGHIS KHAN
(Organisasi, tipu & muslihat pasukan militer Mongol; Bag ke-1)


I.            KATA PENGANTAR.

Pada kesempatan ini Ngunandiko ingin membahas dan merenungkan secara singkat tentang “JENGHIS KHAN”. Bahasan dan renungan ini disusun berdasarkan berbagai sumber informasi dan catatan dari teman-teman. 

Seperti diketahui Jenghis Khan hidup pada bagian akhir abad ke-12 dan awal abad ke-13 (1162 – 1227). Jenghis  adalah pendiri pertama keluarga besar Khan dan Jenghis Khan menjadi sangat berkuasa dengan menyatukan banyak suku nomaden di seantero Asia Timur Laut yaitu dataran tinggi Mongolia, semenanjung Korea, Manchuria dan wilayah-wilayah di sekitarnya.

Setelah memperoleh gelar sebagai Jenghis Khan, maka dibangunnya “Kekaisaran Mongol”. Dan beberapa waktu kemudian Jenghis Khan  memimpin pasukan militer Mongol melancarkan invasi, serta menaklukkan sebagian besar Eurasia. Eurasia adalah superbenua gabungan dari dua benua yaitu Eropa dan Asia.

Jenghis Khan

Bahasan dan renungan ini akan menitik beratkan pada system organisasi, tipu & muslihat pasukan militer Mongol  atau lazim pula disebut sebagai  taktik, strategi, organisasi pasukan militer Mongol. System itu dibentuk dan dirancang oleh “JENGHIS KHAN”  untuk menjaga Negara-nya dan terutama untuk menaklukkan musuh-musuhnya.

II.          PENJELASAN UMUM

Seperti telah diterangkan dimuka sistem organisai, tipu & muslihat pasukan militer Mongol  dirancang dan dibentuk  oleh Jenghis. Dengan   sistem organisai, tipu & muslihat pasukan militer Mongol  seperti itu, maka “Kekaisaran Mongol” menjadi sangat kuat dan  dapat menaklukkan  hampir seluruh benua Asia Timur Laut, Timur Tengah, dan bagian timur Eropa.

Pondasi dasar dari sistem organisasi, tipu & muslihat pasukan militer  Mongol  itu dikembangkan dan merupakan kelanjutan dari gaya hidup nomaden  bangsa Mongol, yang kemudian dibentuk menjadi suatu system pasukan militer yang khas. 

Disamping itu dengan dikusainya teknologi logam (besi) untuk membuat senjata dan perlengkapan perang serta adanya hewan kuda sebagai kendaraan dan tunggangan yang dapat bergerak dengan cepat, maka keduanya menjadi tiang utama dan memperkuat “sistem  pasukan militer Mongol” tersebut. Dengan system itu organisai, tipu & muslihat  diterapkan dalam operasi-operasi  militer di berbagai tempat oleh Jenghis Khan ; para jenderal  perangnya ; dan kemudian hal itu diteruskan oleh para penerus dinastinya dengan sukses. 

Teknologi dan budaya asing, yang dipandang berguna bagi organisasi,  tipu & muslihat pasukan militer Mongol itu, seperti sistem pertahanan dan serangan diadaptasi atau diadopsi, kemudian diintegrasikan ke dalam struktur komando pasukan militer Mongol.

Organisasi, tipu & muslihat pasukan militer Mongol ini  disebut  pula  sebagai system taktik, strategi, dan organisasi pasukan militer Mongol. Sistem itu terdiri dari 17 butir yaitu: (1) Organisasi dan karakteristik Pasukan; (2) Memutuskan hubungan mata rantai kelompok Kesukuan; (3) Pelatihan dan disiplin; (4) Kavaleri atau Pasukan Berkuda; (5) Logistik; (6) Komunikasi; (7) Kostum atau Seragam; (8) Senjata Perang; (9) Strategi menjaga sang Panglima Perang; (10) Intelijen dan Perencanaan; (11) Psywar (Perang Psikologis) dan Teknik Kamuflase (Tipuan); (12) Rekruitmen Pasukan Lawan yang menyerah; (13) Taktik Pertempuran Darat; (14) Teknik Menjepit dan Mengapit; (15) Pengepungan dan Pembukaan; (16) Pura-pura mundur dan kabur; (17) Semangat Juang.

III.       TAKTIK, STRATEGI, DAN ORGANISASI

Uraian dan penjelasan singkat mengenai system taktik, strategi dan organisasi pasukan militer Mongol, yang dibentuk dan dirancang oleh  Jengis Khan tersebut, lebih kurang seperti berikut ini.

1.   Organisasi dan karakteristik Pasukan (Organization and characteristics of Troops).

Jenghis Khan meng-organisasi-kan tentara Mongol ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan system decimal. Satu unit atau regu terdiri dari 14 – 60 orang, secara rekursif (“rekursi” yaitu proses pengulangan sesuatu dengan cara kesamaan-diri)  dibangun mulai dari kelompok terdiri dari 10 (Aray), 100 (Zuut), 1,000 (Minghan), dan 10,000 (Tumen). Masing-masing dengan system pelaporan, yang dilakukan oleh para pemimpin pasukan   dari tingkat rendah ke tingkat berikutnya yang  lebih tinggi.  Unit-unit     regu pasukan itu diawasi oleh seorang intendan (kepala divisi pasukan) Tumen, yang disebut  jurtchi. Total pasukan dapat dihitung  minimal sekitar 140 ribu sampai maximal sekitar 600 ribu orang atau rata-rata sekitar 440 ribu orang “pasukan kekaisaran Mongol”, yang tersebar di Wilayah Mongol sendiri dan wilayah-wilayah bawahannya yang sudah ditaklukkan.

Jenghis Khan menghargai mereka yang telah setia selama bertahun-tahun sampai  Jenghis Khan naik ke puncak kekuasaannya. Penghargaan  itu diberikan oleh Jengis Khan melalui suatu surat keputusan yang dibuat dari markas besarnya. 

Dapat dikemukakan bawa para Tumen dan Minghan diperintah oleh seorang Noyan, yang diberi tugas   mengelola wilayah yang sudah ditaklukkan secara administrative.

Sejumlah Tunmen, kira-kira 2 s/d 5 Tunmen membentuk sebuah Ordu yaitu sebuah korps gabungan tentara atau pasukan tempur, sedangkan istilah “Horde” atau unit tentara gabungan, itu dibentuk atas perintah para Khan atau para jenderal (Boyan). 

Pasukan Mongol

Sebuah Ordu adalah unit tentara gabungan yang diatur secara ketat,  dengan system organisasi dan bentuk tampilan formasi pasukan yang seragam.
Transfer atau perpindahan antar unit regu pasukan dilarang. Para pemimpin pada tingkat masing-masing memiliki wewenang penuh melakukan eksekusi perintah mereka sendiri, yang danggapnya terbaik.  Struktur  komando pasukan dengan system itu terbukti sangat fleksible. Dan struktur komando seperti itu memungkinkan tentara Mongol menyerang secara massal, dengan membagi pasukan menjadi kelompok-kelompok lebih kecil untuk memimpin pengepungan dalam penyergapan pasukan lawan atau membagi menjadi kelompok-kelompok kecil terdiri dari 10 (atau lebih) tentara, ketika melarikan diri atau terpecah belah saat pertempuran berlangsung.

Setiap tentara secara individu bertanggung jawab atas peralatan dan  senjata yang mereka miliki (senjata inventaris pasukan). Sekurang-kurangnya masing-masing tentara memiliki lima jenis senjata. Meskipun mereka berperang sebagai bagian dari unit pasukan, tetapi keluarga dan hewan tunggangan dari para personil pasukan akan menemaninya di setiap ekspedisi keluar wilayah.
Di semua unit pasukan yang ada, terdapat pasukan elit yang disebut sebagai  “Keshig”. Pasukan elit itu berfungsi sebagai penjaga “Kekaisaran Mongol”,  serta sebagai tempat pelatihan bagi para perwira muda yang potensial. Misalnya  Subutai  Agung (penasihat militer para pewaris Jenghis Khan) memulai karirnya di tempat itu.

2.   Memutus mata rantai kelompok-kelompok Kesukuan (Cut of the relationship between the Ethnic group chain).

Sebelum era Jenghis Khan, banyak suku dan konfederasi (confederacy) di daratan Mongol, termasuk diantaranya suku-suku bangsa Naiman, Merkit, Tatar,  Mongol, dan Keraits. Suku-suku itu pada awalnya sering saling menyerang satu  sama lain, bahkan dalam saling menyerang itu sering dilakukan dengan keroyokan (bergabung). Permusuhan seperti itu –  saling balas dendam – telah berlangsung berabad-abad lamanya.  Selain itu, banyak  kelompok keluarga dan individu yang telah dikucilkan dari suku-nya, karena berbagai alasan dan tinggal di luar perlindungan suku. Kelompok-kelompok yang terakhir inilah yang disambut oleh Jenghis Khan  untuk bergabung dengan pasukannya.

Ketika terjadi penggabungan tentara baru ke dalam tentara inti, Jenghis Khan membagi tentara di bawah pemimpin yang berbeda-beda untuk memecah hubungan sosial dan kesukuan, sehingga tidak ada pembagian berdasarkan garis keturunan dari aliansi suku-suku. Dengan demikian, Jenghis Khan membantu mempersatukan masyarakat yang berbeda-beda, dan terbentuklah loyalitas baru dari setiap pasukan. Namun demikian, identitas kesukuan lama tidak sepenuhnya  hilang, masih ada pada beberapa suku yang merupakan orang Jenghis Khan. Suku-suku itu tetap setia kepada Jenghis Khan sepanjang masa dan secara teguh tetap mempertahankan integritas dan identitasnya. Sedangkan suku-suku seperti Tatar, Mergids, Keraits, Naiman dan klan-klan  bekas musuhnya, yang awalnya lebih kuat dari Jenghis Khan, benar-benar telah terputus kesatuan-nya. Misalnya   Tunmen Ongut tidak pernah lagi merupakan bagian dari Tumen Tatar, padahal klan Ongut semula adalah bagian dari suku bangsa Tartar.

Promosi jabatan  diutamakan berdasar prestasi. Setiap pimpinan  unit pasukan bertanggung jawab atas kesiapan prajuritnya. Jika ditemukan dan dinilai ada ketidakcakapan dalam memimpin akan diganti.

Promosi jabatan juga diberikan oleh Jenghis Khan berdasar kemampuan, bukan berdasar atas identitas asal muasal kelahirannya. Pengecualian adalah bagi  para pemimpin tingkat komando tertinggi pada hirarki pasukan. Jabatan itu  diperuntukkan  bagi keluarga Jenghis Khan. Subutai, putra seorang pandai besi (profesi yang sangat terhormat  pada masa itu), tetapi  tidak ditakdirkan menjadi calon pemimpin.

Dalam serangkaian invasi penaklukan Eropa Barat dan Eropa Timur, secara normal  komando dipegang oleh Batu Khan (cucu Jenghis Khan) dan dua pangeran lainnya yang sedarah dengan Batu Khan  masing-masing mengepalai sayap pasukan itu. Tapi ketiga pangeran keturunan Jenghis Khan tersebut  berada di bawah pengendalian Subutai. Setelah menerima berita kematian Ogedei Khan (putra dan penerus Jenghis Khan) pada tahun 1243, maka Subutai mengingatkan kepada ketiga pangeran itu tanggung jawabnya, namun ketiganya ternyata ogah-ogahan menjalankan tugas dinasti-nya. Dan Subutai memerintahkan para Tumen untuk kembali ke Mongol, kejadian ini menyelamatlah Eropa dari kehancuran lebih lanjut.

Setiap tentara Mongol biasanya memiliki dan memelihara 3 atau 4  ekor kuda. Personil pasukan sering melakukan pergantian kuda yang tunggangan-nya, yaitu pada saat perjalanan dengan kecepatan tinggi dan selama berhari-hari tanpa  berhenti. Kemampuan tentara Mongol bertahan hidup dari alam sekitarnya dalam situasi yang ekstrim adalah mengandalkan hewan peliharaanya (terutama dari susu kuda-nya), hal itu membuat tentara Mongol jauh lebih sedikit  ketergantungan-nya kepada petugas pemasok logistik kebutuhan pangan tradisional (bekal yang dibawanya). Dalam beberapa kasus, seperti selama invasi di Hungaria pada awal 1241, tentara Mongol melakukan perjalanan hingga 100 mil (160 km) per hari (24 jam), pada masa itu tidak ada pasukan manapun yang mampu melakukannya.

Kemampuan bergerak prajurit Mongol secara individu memungkinkan    misi-nya berhasil mengumpulkan informasi intelijen tentang rute dan menemukani daerah untuk medan perang yang sesuai dengan taktik tempur yang disukai oleh pasukan Mongol.

Selama invasi ke Kiev dan Rusia, bangsa Mongol dapat menggunakan  sungai beku sebagai jalur lintasnya. Musim yang sangat dingin,  bagi pasukan Mongol menjadi waktu yang digunakan untuk menyerang.

Untuk menghindari hujan panah atau senjata yang mematikan dari tentara Mongol, lawan mengantisifasinya dengan menyebar atau  mencari perlindungan. Dengan memecah formasi seperti itu membuatnya  lebih rentan terhadap incaran pasukan Mongpl, yang ahli mengunakan tombak. Demikian  juga kalau lawan bergabung dalam satu induk pasukan besar, maka akan menjadi lebih rentan terhadap serangan pasukan pemanah Mongol.

Setelah musuh dianggap cukup lemah dan terpencar, para Noyan (panglima pasukan Mongol)  memberi isyarat. Maka drum akan ditabuh dan diikuti dengan isyarat bendera, itu adalah tanda bagi para pasukan yang ahli mengunakan tombak untuk memulai tugasnya. Seringkali dengan serbuan hujan panah sudah cukup untuk mengusir dan menghancurkan lawannya, sehingga pasukan   tombak hanya diperlukan untuk membantu mengejar dan menyergap sisa-sisa pasukan lawan yang lari pontang-panting, menyelamatkan diri.

Ketika menghadapi tentara Eropa, yang lebih menekankan bentuk formasi kavaleri berat, maka tentara Mongol menghindari  konfrontasi  langsung. Sebaliknya tentara Mongol menggunakan senjata panah untuk menghancurkan  kavaleri  musuh dari jarak jauh.  Jika baju besi bertahan dari serangan panah , maka bangsa Mongol lalu menyerang kuda-kuda para ksatria musuh, sehingga hanya meninggalkan pria berlapis baja yang berjalan kaki dan terisolasi. Alhasil kesatria-kesatria Eropa itu menjadi bulan-bulanan dan santapan lezat dari para pembantai yaitu pasukan Mongol.

Pada pertempuran Mohi, tentara Mongol membuka celah  barisannya, hal itu  menarik orang-orang Hongaria untuk mundur melalui celah tersebut, Dan mengakibatkan  pedesaan Hongaria yang telah hancur sebelumnya menjadi tempat pelarian bagi musuh Mongol. Dan inilah saatnya  para pemanah pasukan Mongol yang bersembunyi dibalik gunung memacu kudanya secara serentak menghabisi para musuh Mongol dengan tombak  seenak hatinya. Pada pertempuran Legnica, para kesatria berkuda Teutonik, Templar, dan Hospitaller banyak yang terbunuh akibat diserang oleh pasukan Mongol, hanya sedikit yang mampu turun dari kudanya serta tidak bisa berjalan apalagi berlari dengan cepat, dan terbunuh akibat diserang oleh pasukan Mongol,. Hal itu jelas akibat pakaian perang yang digunakan oleh para tentara Eropa, musuh Mongol itu.

3.   Pelatihan dan Disiplin (Training and Discipline).

Unit regu pasukan tentara Mongol terus menerus  latihan  berkuda, memanah, atau latihan taktik formasi dan rotasi tempur. Latihan ini dikelola dengan disiplin keras, tapi bukan  kasar atau tidak masuk akal. Latihan yang manusiawi,  latihan yang membuat tentara Mongol lebih displin dan tangguh..
Pejabat teras seperti biasanya diberi kelonggaran yang luas oleh atasannya dalam melaksanakan perintah, selama tujuan yang lebih besar  dilakukani dengan baik, dan perintah   dipatuhi. Akibatnya tentara Mongol terhindar  dari disiplin yang terlalu kaku, micro management yang menjadi momok bagi angkatan bersenjata sepanjang sejarah. Namun, semua anggota pasukan harus setia  satu sama lain tanpa syarat dan terlebih kepada atasan, dan lebih jauh lagi terhadap Khan, Kaisar Mongol. Jika satu orang tentara melarikan diri dari situasi bahaya dalam suatu pertempuran, maka  sembilan rekan lainnya dari arva (kelompok terkecil dari pasukan seperti disebutkan sebelumnya) akan menghadapi hukuman mati bersama-sama.

Salah satu metoda latihan yang unik orang Mongol adalah dengan cara melakukan berburu bersama dalam sekala besar, hal itu diselenggarakan setiap tahun di stepa (area daratan luas yang terdiri dari semak belukar). Para penunggang kuda Mongol akan membuat lingkaran besar, dan mengusir segala macam binatang yang ada didalamnya, kemudian digiring menuju pusat perburuan. Hal ini untuk melatih manuver bergerak bersama secara dinamis yang sangat diperlukan  di medan perang, bangsa Mongol akan menjebak semua binatang dari berbagai jenis dalam pengepungan, dan atas perintah komandan pembantaian dimulai. Jika pemburu dapat membunuh setiap makhluk sebelum waktu yang ditentukan akan diberi hadiah, atau jika ada satu binatang dapat melarikan diri dari cincin lingkaran perburuan akan dihukum (reward and punishment). Dengan demikian bangsa Mongol mampu melatih, menikmati rekreasi berburu, dan sekaligus mengumpulkan makanan untuk pesta besar-besaran.

4.   Kavaleri atau Pasukan Tempur Berkuda (Cavalry or Equestrian Combat Forces).

Enam dari setiap sepuluh tentara Mongol merupakan pasukan kavaleri ringan dan pemanah berkuda, empat sisanya termasuk kavaleri berat berbaju lapis baja dan ahli bersenjatakan tombak. Boleh dikatakan tentara Mongol adalah pasukan kavaleri ringan bahkan sangat ringan dibandingkan dengan standar kavaleri pasukan ksatria Eropa. Sebagian besar pasukan yang tersisa 2/5-nya adalah kavaleri berat dengan bersenjatakan tombak untuk pertempuran jarak dekat setelah pasukan pemanah  membawa musuh ke dalam situasi kacau. Pasukan pemanah ini juga biasanya secara otomatis bisa melakuan pertempuran jarak dekat dengan senjata pedang, kapak atau senjata tempur jarak dekat  lainya.

Pasukan tentara Mongol melindungi kuda perang mereka dengan cara yang sama seperti yang dilakukan atas diri mereka sendiri, menutupi mereka dengan baju besi pipih. Baju besi kuda dibagi menjadi lima bagian dan dirancang untuk melindungi setiap bagian dari badan kuda (termasuk dahi). Baju besi kuda memiliki plat khusus yang dibuat dengan cara diikat di setiap sisi leher.
Kuda perang pasukan Mongol relatif kecil, dan akan kalah berlalri pada jarak pendek jika adu  balapan dalam kondisi yang sama dengan kuda yang lebih besar dari daerah lain, khususnya di Eropa. Namun demikian, karena tentara lawan perlengakapan perangnya jauh lebih berat, maka kuda pasukan Mongol masih bisa berlari lebih cepat dari pasukan berkuda musuh dalam situasi pertempuran. Selain itu, kuda perang pasukan Mongolia sangat tahan dikendarai lama dan kokoh, yang memungkinkan pasukan Mongol untuk bergerak jarak jauh secara cepat. Kadang-kadang lawan sering dikejutkan oleh suatu serangan tiba-tiba, padahal menurut perhitungan masih  beberapa hari lagi atau beberapa minggu kedatangan pasukan Mongol itu. Hal ini memberi efek kejut yang luar biasa, itulah salah satu keunggulan dari tentara Mongol.

Semua kuda dilengkapi dengan sanggurdi (tempat menyimpan anak panah). Ini keuntungan teknis yang membuat para pemanah Mongol mudah menggerakkan  tubuh bagian atas mereka, dan menembak ke segala arah, termasuk ke belakang. Prajurit Mongol akan mengatur waktu bagi  setiap  panah yang dilepaskan. Dan di ketinggian kurang lebih  2 s/d 3 meter dari tanah, parajurit Mongol bisa mempredikisi jarak dengan lawan dari bunyi derap kuda yang ditimbulkan, sehingga mampu memastikan dengan baik sasaran tembak.

Setiap prajurit memiliki 2 s/d 4 ekor kuda, sehingga ketika kuda itu  lelah, bisa digunakan kuda yang lain. Itulah yang membuat tentara Mongol merupakan salah satu tentara tercepat  di dunia. Namun, hal itu adalah  juga yang membuat tentara Mongol rentan terhadap kekurangan pakan ternak; terutama jika ekspedisi penyerangan dilakukan di daerah kering atau hutan, dengan demikian membawa kesulitan tersendiri dan bahkan di daerah padang rumput yang ideal pun, pasukan Mongol harus terus bergerak untuk memastikan cukup persediaan rumput sebagai pakan untuk kuda-kudanya yang begitu besar jumlahnya, 2-4 kali lipat dari jumlah pasukan Mongol itu sendiri.

5.   Logistik (Logistics).

Tentara Mongol dalam  melakukan  perjalanan (long march) tampak sangat ringan, dan mampu bertahan hidup dari alam sekitarnya. Peralatan   untuk membantu memenuhi kebutuhan-nya antara lain adalah   kail ikan dan alat berburu lainnya, semuanya itu dimaksudkan agar setiap prajurit terlepas dari sumber pasokan tetap (bekal). Bahan makanan dalam perjalanan yang paling umum adalah daging kering yang disebut "Borts",  masih umum dalam masakan bangsa Mongol sampai saat ini. Borts ringan dan mudah dibawa dalam perjalanan dan dapat dimasak dengan air, sama dengan "makanan instan, cepat saji" jaman modern sekarang.

Pasukan Mongol selalu   memastikan, bahwa kondisi kudanya segar bugar. Para prajurit Mongol masing-masing biasanya   memiliki  2 s/d 4 ekor kuda. Sebagian besar kuda perang bangsa Mongol adalah kuda tunggangan, dan bila perlu para prajurit itu bisa hidup dari   susu kudanya. Dalam  kondisi sulit, prajurit Mongol bisa minum sedikit dari darah kuda, dengan menyobek nadinya. Para prajurit Mongol bisa bertahan hidup selama sebulan, hanya dengan minum susu kuda yang dikombinasikan dengan darah kuda.

Peralatan berat dibawa oleh pasukan Mongol dengan gerobak yang ter-organisasi-kan  dengan baik. Gerobak itu antara lain adalah untuk membawa stok pasokan panah dalam jumlah yang besar. Hal paling utama, dalam keadaan jumlah pasokan logistic yang terbatas dalam suatu perjalanan, adalah   di-pastikan-nya  dapat menemukan cukup pasokan makanan dan air untuk pasukan dan hewan yang bersamanya. Dalam semua ekspedisi militer, yang memakan waktu lama, para prajurit Mongol membawa serta keluarga mereka (bersambung).
*
Saya adalah utusan Tuhan untuk memberi hukuman . . . . . Jika Anda tidak melakukan dosa besar, Tuhan tidak akan mengirim saya untuk memberi hukuman kepada Anda.
(Jenghis Khan)
*


[i]

Minggu, 16 Desember 2018

Ramon Magsaysay


Ngunandiko 161




Mutiara
(Ramon Magsaysay)

Mutiara ini berisikan beberapa “quotation” dari Ramon Magsaysay (1907 – 1957, seorang politikus Filipino yang terkemuka, serta presiden ke tujuh Philipina. Ramon Magsaysay meninggal dalam suatu kecelakaan pesawat terbang di Cebu, Philipina pada tahun 1957.

Berikut ini adalah beberapa quotation dari Magsaysay, yang diambil dari beberapa sumber secara acak. Untuk kita ingat dan kita renungkan kembali.

University of the Philippines


(1)        Negara ini (Philipina) adalah seperti piramida, terdiri dari jutaan batu . . . . . Dan batu fondasi dari piramida itu adalah manusia biasa (Ramon Magsaysay).

(2)        Guns alone are not the answer. We must provide hope for young people for better clothing, housing, and food ; and if we do, the radicals will wither away (Ramon Magsaysay).

(3)        Our military offensive is indispensable, since force must be met by force. But our social offensive is the extra weapon which the enemy cannot produce. Here the enemy meets democracy’s strongest element—the ability to realize and satisfy the needs of its people without taking from them their freedom and dignity as human being (Ramon Magsaysay).

(4)        If you look at a farmer and his daily expenditure on existing energy services, it is much higher on an incremental delta basis. And then there is an emotional cost of not providing their kids with the right to educate. If you calculate these costs in economic terms and create a financing mechanism for them to buy it, the emotional delta cost is much higher compared to their household (Ramon Magsaysay).

(5)        The mistake the world is making with the simple peoples to try and hurry them into political concepts they don’t understand and aren’t prepared to cope with. I know. I am a peasant my self . . . . . I say. Spit on the big. fancy schemes. I want all the little things first. Then perhaps we can get on to the bigger things (Ramon Magsaysay).

(6)        The difference between both is that social entrepreneurship has a much more financial transparency. There is no financial viability and that is where a corporate sector make a difference because we maintain a balance between both the financial  status and the social service (Ramon Magsaysay).

(7)        Saya percaya bahwa mereka yang berkekurangan hidupnya, harus lebih banyak memperoleh perlindungan hukum (Ramon Magsaysay).

Ramon Magsaysay

Itulah sejumlah quotation dari Ramon Magsaysay ; perlu disampaikan disini bahwa Ramon Magsaysay adalah sarjana hokum alumni “University of the Philippines). Dan sewaktu  masih menjabat sebagai presiden ke tujuh, Philipina sedang menghadapi pemberontakan Hukbalahap (Hukbalahap Rebellion).
Disamping itu nama Ramon Magsaysay telah diabadikan dalam bentuk “Magsaysay Award”; suatu penghargaan yang setiap tahun diberikan kepada mereka yang dipandang memiliki integritas dalam : pemerintahan; melayani rakyat dan masyarakat demokratis.

Demikianlah dan semoga bermanfaat !

*
The only way to deal with an unfree world is to become so absolutely free that your very existence is an act of rebellion ( Albert Camus )

Read more at: https://www.brainyquote.com/topics/rebellion
*

Sabtu, 15 Desember 2018


Ngunandiko.161




Mutiara
(Ramon Magsaysay)


Mutiara ini berisikan beberapa "quotation" dari Ramon Magsaysay (1907 – 1957), seorang politikus Filipino yang terkemuka, serta presiden ketujuh Philipina  Ramon Magsaysay meninggal dalam suatu kecelakaan pesawat terbang, pada tahun 1957, di Cebu, Philipina. Berikut ini adalah beberapa "quotation" dari Ramon Magsaysay, yang diambil secara acak dari berbagai sumber, untuk kita kenang dan kita pelajari.

1.   Negara ini [Filipina] adalah seperti piramida, terdiri dari jutaan batu ... Dan batu fondasi dari piramida ini adalah manusia biasa (Ramon Magsaysay).

Ramon Magsaysay



2.   Guns alone are not the answer. We must provide hope for young people for better housing, clothing, and food; and if we do, the radicals will wither away (Ramon Magsaysay).

3.   Our military offensive is indispensable, since force must be met by force. But our social offensive is the extra weapon which the enemy cannot produce. Here the enemy meets democracy's strongest element-the ability to realize and satisfy the needs of its people without taking from them their freedom and dignity as human beings (Ramon Magsaysay).

4.   If you look at a farmer and his daily expenditure on existing energy services, it is much higher on an incremental delta basis. And then there is an emotional cost of not providing their kids with the right to educate. If you calculate these costs in economic terms and create a financing mechanism for them to buy it, the emotional delta cost is much higher compared to their household (Ramon Magsaysay)


5.   The mistake the world is making with the simple peoples is to try and hurry them into political concepts they don't understand and aren't prepared to cope with. I know. I am a peasant myself. ... I say, Spit on the big, fancy schemes. I want all the little things first. Then perhaps we can get on to the bigger things (Ramon Magsaysay).

6.   The difference between both is that social entrepreneurship has a much more financial transparency. There is no financial viability and that is where a corporate sector makes a difference because we maintain a balance between both the financial status and the social service (Ramon Magsaysay).

7.   Saya percaya bahwa mereka yang berkekurangan hidupnya, harus lebih banyak memperoleh perlindungan hukum (Ramon Magsaysay).

Itulah sejumlah quotation Ramon Magsaysay ; perlu pula  disampaikan disini  bahwa Ramon Magsaysay adalah  sarjana hukum alumni “University of the Philippines”. Dan sewaktu Ramon Magsaysay menjabat sebagai presiden, Philipina sedang menghadapi pemberontakan Hukbalahap (Hukbalahap Rebellion).
Disamping itu nama Ramon Magsaysay juga telah diabadikan dalam bentuk “Ramon Magsaysay Award”, yaitu suatu penghargaan tahunan yang diberikan bagi mereka yang dipandang memiliki integritas dalam pemerintahan, melayanani rakyat dan masyarakat demokratis.
Demikianlah dan semoga bermanfaat !

*
*

Sabtu, 03 November 2018

Hari Pahlawan 10 Nopember


Ngunandiko.159






Hari Pahlawan 10 Nopember


Salah satu hari besar nasional yang selalu diperingati oleh rakyat Indonesia setiap tahun adalah Hari Pahlawan 10 Nopember. Berikut ini beberapa catatan  kecil Ngunandiko tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Surabaya disekitar Hari Pahlawan 10 Nopember.

Jenderal Mallaby

Seperti diketahui menjelang bulan Nopember 1945, Inggris a.n Sekutu (fihak Pemenang Perang Dunia II) menempatkan sekitar 6.000 pasukannya di Surabaya untuk melaksanakan tugasnya melucuti tentara Jepang (fihak Pecundang Perang Dunia II). Namun hal itu mengakibatkan para pemuda arek-arek Surabaya merasa terancam, karena kuatir Belanda ikut menumpang di dalamnya.

Keadaan  itu menjadi lebih keruh, karena sekelompok orang  Belanda (dipimpin Ploegman) yang mengibarkan bendera Belanda (merah-putih-biru) dipuncak Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit). Ketika pemuda-pemuda Indonesia (a.l Hariyono dan Koesno Wibowo) meminta agar bendera Belanda itu diturunkan, Ploegman dan kawan-kawan menolaknya dan terjadi keributan yang memakan jiwa manusia.

Bung Tomo

Sementara itu semangat perlawanan arek-arek Surobaya juga mulai bangkit, lebih – lebih setelah mendengar pidato-pidato berapi-api seorang pemuda Sutomo (bung Tomo) yang disertai seruan . . . . . Allahuakbar allahuarkbar . . . . .  Allahuakbar allahuarkbar . . . . . Allahuakbar allahuarkbar . . . . . . . . Dan pecah bentrokan-bentrokan bersenjata yang lebih besar.

Hal itu makin menjadi-jadi setelah pemuda-pemuda muslim pengikut KH. Hayim Ashari, kaum cendekiawan seperti Drg Moetopo dkk, dan kelompok-kelompok masyarakat lain-nya ikut menentang kehadiran pasukan Inggris dan Belanda tersebut. Kemudian di Surabaya terjadilah bentrokan bersenjata, terbesar dan terberat segera setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Namun berkat campur tangan Presiden RI, Bung Karno, yang datang dari Jakarta,  bentrokan bersenjata itu dapat didamaikan.

KH. Hsyim Ashari

Sesungguhnya sikap permusuhan antara kedua pihak (Belanda dibantu Inggris dengan arek-arek Surabaya) belum benar-benar berhenti, sehari setelah Bung Karno kembali ke Jakarta, bentrokan pecah kembali. Bentrokan itu berakibat tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby (45 tahun)  Mallaby  tewas dalam peristiwa baku tembak pada 30 Oktober di Surabaya. Peristiwa itu memicu keluarnya ultimatum Inggris dan terjadilah Pertempuran 10 Nopember 1945.

Selama hampir satu bulan penuh  terjadi-lah bentrokan (perang) di Surabaya dan sekitarnya. Tentara bersama rakyat melakukan perlawanan gerilya untuk mengusir tentara Inggris dan Belanda. Peristiwa itu menelan korban harta-benda dan jiwa, yang berlangsung sekitar tanggal 10 Nopember 1945 di Surabaya, kemudian dikenal sebagai “Hari Pahlawan 10 Nopember”.

Demikianlah catatan singkat Ngunandiko di sekitar hari pahlawan 10 Nopember 1945. Semoga bermanfaat.

*
Pahlawan terhebat adalah mereka yang tetap melakukan tugasnya dalam keseharian sehari-hari, sementara dunia terus berputar secara menjengkelkan (Florence Nightingale).

*

Rabu, 10 Oktober 2018

David Ricardo


Ngunandiko.156




MUTIARA
(David Ricardo)


Ngunandiko dengan judul "Mutiara (David Ricardo)." ini berisikan beberapa "quotation" dari David Ricardo.
David Ricardo (1772 – 1823) adalah seorang pakar ekonomi politik Inggris. Ricardo adalah salah satu pemikir ekonomi klasik yang paling berpengaruh, bersama dengan Thomas Malthus, Adam Smith, dan John Stuart Mill.
Quotation David Ricardo ini diambil secara acak dari berbagai sumber, hal ini untuk menggambarkan pandangan-pandangan-nya,  agar kita dapat mengingat dan merenungkan kembali. Quotation-quotation itu antara lain adalah sbb :

  • Meningkatnya keuntungan adalah syarat untuk meningkatkan kesejateraan buruh  (David Ricardo).
  • Nothing contributes so much to the prosperity and happiness of a country as high profits (David Ricardo).



  • Gold and silver, like other commodities, have an intrinsic value, which is not arbitrary, but is dependent on their scarcity, the quantity of labor bestowed in procuring them, and the value of the capital employed in the mines which produce them (David Ricardo)
  • It is here we come to the heart of the matter. The economic principle of comparative advantage, “a country may”, in return for manufactured commodities, import corn even if it can be grown with less labor than in the country from which it is imported (David Ricardo)
  • It is not by the absolute quantity of produce obtained by either class, that we can correctly judge of the rate of profit, rent, and wages, but by the quantity of labor required to obtain that produce (David Ricardo).



  • The farmer and manufacturer can no more live without profit than the laborer without wages (David Ricardo).
  • By far the greatest part of those goods which are the objects of desire, are procured by labor and they may be multiplied, not in one country alone, but in many, almost without any assignable limit, if we are disposed to bestow the labor necessary to obtain them (David Ricardo).
  • Baik negara maupun bank tidak pernah memiliki kekuatan yang tidak terbatas untuk mengeluarkan uang kertas, tanpa menyalahgunakan kekuasaan (David Ricardo)
Demikianlah beberapa kata mutiara (quotaion) dari David Ricardo ; salah satu tokoh pakar ekonomi  klasik terkemuka terkemuka yang paling berpengaruh. Pemikiran-pemikirannya sampai saat ini masih sering digunakan sebagai rujukan. Semoga bermanfaat.

*
Jika orang tidak memiliki cukup fakta, maka perlu ada penelitian untuk memperolehnya. Setelah itu baru melakukan analisis logis untuk memperoleh jawaban (Prof. Sumitro Djojohadikusumo).
*

Sabtu, 04 Agustus 2018

PROKLAMASI KEMERDEKAAN


Ngunandiko.155








PROKLAMASI  
KEMERDEKAAN INDONESIA                                           17 AGUSTUS 1945
                                      

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah pernyataan kemerdekaan tanah-air dan bangsa yang diumumkan/dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul sepuluh pagi oleh Ir. Sukarno dihalaman muka gedung Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta dengan kehadiran tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan.




Setelah pembacaan, sang saka Merah Putih dengan khidmat dinaikkan berkibar diatas, dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Naskah Proklamasi tersebut ditandatangani oleh Ir.Sukarno dan Drs. Moh Hatta yang bertindak atas nama bangsa Indonesia. Naskah Proklamasi tersebut tampak dalam tulisan tangan Bung Karno sbb:



(Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselesaikan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya).


Proklamasi kemerdekaan tersebut dengan cepat disiarkan dan tersiar ke- dan di- seluruh pelosok tanah-air dan juga keluar negeri melalui segala alat dan jalan yang dapat dicapai, baik secara rahasia maupun terbuka (radio, suratkabar, mulut-kemulut, kurir, surat selebaran, dll). Hal itu dilakukan oleh para pemuda seperti  Adam Malik, Sukarni, Yusuf Ronodipuro dan lain-lain. Sejak itu rakyat mengambil tindakan-tindakan yang perlu untuk menegakkan kedaulatan Negara dan siap mempertahankan kemerdekaannya.

Segera setelah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945,  maka Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan undang-undang dasar (UUD RI 1945) pada tanggal 18 Agustus 1945. Undang-undang dasar itu menunjukkan bahwa negara Republik Indonesia adalah Negara demokrasi. Namun dalam perkembangannya, pada kurun waktu 1999 - 2002 ; UUD RI 1945 itu telah mengalami empat kali perubahan (amandemen).




Dalam menyambut proklamasi kemerdekaan 17 Agustus itu, rakyat Jakarta dan sekitarnya segera menyelenggarakan rapat raksasa (demonrtrasi) di lapangan IKADA (sekarang MONAS) yang dihadiri antara lain Bung Karno (Presiden RI) dan Tan Malaka serta ribuan rakyat. Demonstrasi ini berlangsung pada tanggal 19 September 1945, merepresentasikan dukungan seluruh rakyat Indonesia terhadap proklamasi kemerdekaaan 17 Agustus 1945. 

Sementara itu setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 itu, maka sejumlah kerajaan-kerajaan di Indonesia ini, seperti Kasultanan Aceh ; Kasultanan Deli ; Kasultanan Siak Sri Indrapura ; Kasultanan Kutai Kertanegara ; Kasultanan Bone ; Kasultanan Ternate ; Kasultanan Yogyakarta ; dan lain-lain-nya menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada September 1945, Belanda (Netherland Indische Civil Aministration atau NICA) dengan mendompleng kedatangan tentara Inggris yang mendapat mandate dari Sekutu (pemenang Perang Dunia II) membebaskan tawanan perang Jepang dan mengembalikan tentara Jepang kenegaranya, datang ke Indonesia. Kedatangan Belanda (NICA) itu adalah untuk menjajah kembali Indonesia (d/h Hindia Belanda). Hal itu mendapat tentangan keras dari rakyat Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Dapat dikemukakan disini, bahwa rakyat Indonesia, selain telah membentuk pemerintahan, juga dengan spontan membentuk badan-badan perjuangan dan perlawanan.

Tentangan keras dari rakyat Indonesia terhadap kedatangan Belanda (NICA) itu akhirnya menimbulkan perang antara Belanda dan Indonesia  selama hampir 5 tahun (1945 – 1949), perang itu sering disebut sebagai Perang Kemerdekaan atau Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Perang antara Belanda dengan Indonesia (1945 – 1949) itu, setelah berkali-kali diadakan perundingan, akhirnya dapat diakhiri dengan adanya perjanjian Konperensi Meja Bundar (KMB)

Badan-badan perjuangan dan perlawanan itu bersama kesatuan-kesatuan tentara yang dibentuk selama Revolusi Kemerdekaan Indonesia kemudian melebur menjadi tentara rakyat Indonesia, yang akhirnya menjadi organisasi resmi tentara  dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) : Tentara Nasional Indonesia (TNI).




Patut diketahui pula disini bahwa pada setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia disetiap pelosok tanah air selalu memperingati dan merayakannya dengan berbagai cara seperti : upacara pengibaran bendera pusaka merah-putih ; pidato-pidato sambutan oleh tokoh-tokoh masyarakat atau pejabat-pejabat sipil maupun militer ; pertandingan-pertandingan olah raga ; pertunjukan kesenian ; arak-arakan rakyat dan lain-lain. Peringatan dan perayaan itu dilakukannya secara swadaya dan dengan cara yang meriah sesuai dengan adat-istiadat  rakyat setempat

Demikianlah uraian singkat tentang  peringatan dan perayaan peristiwa  PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA”. Semoga bermanfaat.
*
I myself am sometimes fed up with Hatta's policies. Hatta and I sometimes bug each other, but omitting Hatta from the Proclamation Text.... that is the action of a coward ! ( Sukarno )
*

Kamis, 12 Juli 2018

Bunda Teresa


Ngunandiko.154






Mutiara
(Bunda Teresa)



Ngunandiko dengan judul "Mutiara (Bunda Teresia)" ini berisikan beberapa kata mutiara (quotation) dari Bunda Teresa atau dikenal sebagai Santa Teresa dari Kalkuta. Hal ini dimaksudkan untuk mengenang pemikiran dan pandangan tokoh yang seluruh hidupnya diabdikan pada pekerjaan kemanusiaan dan membela  orang miskin dan tak berdaya. 
Bunda Teresa


Bunda Teresa (1910 - 1997), ia  adalah juga penerima penghargaan "Nobel Perdamaian" tahun 1979 dan penghargaan "Bharat Ratna" tahun 1980 dari pemerintah India. 

Kata-kata mutiara ini diambil secara acak dari berbagai sumber untuk menggambarkan pandangan-pandangan Bunda Teresa  tentang masalah sosial kemanusiaan, agar  kita dapat mengingatnya dan merenungkannya kembali. 

Sejumlah kata mutiara Bunda Teresa tersebut  antara lain adalah sebagai berikut:
  • Jika kamu tidak bisa memberi makan seratus orang, maka berilah makan satu orang (Bunda Teresa).

  • Tuhan tidak memanggilku untuk menjadi sukses, tetapi memanggilku untuk percaya (Bunda Teresa).


  • Perdamaian dimulai dari sebuah senyuman (Bunda Teresa)
  • Marilah kita selalu bertemu satu sama lain dengan senyum, karena senyum adalah awal dari cinta (Bunda Teresa)



  • Kami takut akan masa depan, karena kita membuang-buang waktu hari ini (Bunda Teresa).

  • Masa depan berada ditangan Tuhan, saya merasa jauh lebih mudah untuk menerima hari ini,     kemarin sudah berlalu dan besok belum datang, dan saya hanya ada untuk hari ini (Bunda Teresa).

kata bijak bunda teresa 4.

  • Kata-kata yang ramah singkat dan mudah diucapkan, namun gemanya benar-benar tak berkesudahan (Bunda Teresa).

Demikianlah beberapa kata mutiara dari salah satu tokoh wanita pembela kemanusiaan yang terkemuka, yang  dengan tak henti-hentinya memperjuangkan dan membantu orang-orang miskin dan tak berdaya. Semoga bermanfaat !

*
Humanity is the virtue of a woman, generosity that of a man (Adam Smith).


Read more at: https://www.brainyquote.com/topics/humanity

*